Tiga Karyawan Freeport Peduli  Lingkungan Cartensz

TIMIKA,TimeX Didasari semangat kepedulian terhadap lingkungan, lantas menggerakan hati tiga orang karyawan PT Freeport Indonesia, yakni H.Hayatdin, Indra Setyaji dan Rahmat membersihkan kawasan puncak cartensz. Aksi ketiganya termasuk dalam gerakan Freeport peduli. Kawasan puncak cartensz dipenuhi sampah pascadilakukannya ekspedisi marinir Agustus lalu. Diketahui, ekspedisi marinir ke Puncak Pyramid Cartenz, puncak gunung bersalju abadi di daerah tropis, Papua ini dalam rangka menyambut HUT RI ke-70, dengan lama perjalanan 12 hari pulang pergi sejak 9 Agustus lalu.

Hayatdin dan Rahmat karyawan PTFI sedang membakar sampah spanduk yang ditinggalkan para pendaki di area Cartenz

“Bersihkan Sampah-sampah yang Berserakan”

TIMIKA,TimeX

Didasari semangat kepedulian terhadap lingkungan, lantas menggerakan hati tiga orang karyawan PT Freeport Indonesia, yakni H.Hayatdin, Indra Setyaji dan Rahmat membersihkan kawasan puncak cartensz. Aksi ketiganya termasuk dalam  gerakan Freeport peduli.

Kawasan puncak cartensz dipenuhi sampah pascadilakukannya ekspedisi marinir Agustus lalu.

Diketahui, ekspedisi marinir ke Puncak Pyramid Cartenz, puncak gunung bersalju abadi di daerah tropis, Papua ini dalam rangka menyambut HUT RI ke-70, dengan lama perjalanan 12 hari pulang pergi sejak 9 Agustus lalu.

Banyaknya sampah dari ekspedisi waktu itu, menggungah hati dari jiwa sosial ketiga karyawan PTFI untuk membersihkannya.

Indra Setyaji kepada Timika eXpress via ponselnya, Rabu (7/10) menuturkan, hatinya tergugah mebersihkan kawasan dan jalur pendakian hingga ke puncak salju abadi berketinggial 4.884 dari permukaan laut (DPL), setelah pengamatan langsung dari udara saat melintasi lokasi puncak cartensz tersebut beberapa waktu lalu.

Bersama kedua rekannya dilandasi visi dan misi memajukan dan melestarikan keindahan alam di puncak cartensz, akhirnya bersatu tekad melakukan pendakian lantas membersihkan kawasan yang menjadi incaran pendakian, tidak hanya penduduk lokal, namun pendaki luar Papua bahkan mancanegara.

“Selama ini, puncak cartensz termasuk yang paling diminati para pendaki lokal maupun luar daerah bahkan wisatawan asing. Namun ada yang membuat pemandangan serta kelestarian di  kawasan itu jadi terganggu akibat sampah berserakan sembarangan. Karena sampah masalah kompleks masyarakat,”tutur Indra.

Diceriterakannya, aksi sosial ketignya dimulai dengan berangkat pada, Sabtu (3/10) sekitar pukul   22.00  WIT , dengan bertolak dari Tembagapura  menuju area Zebra Wall Grasberg dan tiba pukul 00.30 WIT yang ditempuh melalui jalan kaki. Setelah beristirahat sejenak, ketiganya melanjutkan perjalanan dan tiba di Basecamp sekitar pukul 03.00 WIT.

Perjalanan panjang meniti impian demi melestarikan kawasan puncak cartensz terus ditatih dan akhirnya ketiga jargon PTFI itu tiba di puncak es maren atau puncak cartensz pukul 06.00 WIT sehari setelahnya.

Dari atas puncak cartensz, ketiganya terus menyisir turun dengan membersihkan sampah-sampah yang berserakan. Tentu aksi ini tidak jadi kepedulian 300 ratusan ribu warga masyarakat Mimika.

“Aksi bersih ini boleh kita bilang sukses walaupun kami hanya tiga orang mewakili teman-teman yang tidak bisa ikut dengan kami. Kami tiba dilokasi dengan menggunakan perlengkapan safety langsung membersihkan sampah-sampah yang masih berserakan di atas gunung tersebut. Ini karena kami cinta alam yang bersih,” sebutnya.

Masih Indra, aksi bersih sampah di puncak cartensz, katanya waktu itu memakan waktu dua jam, sebab sampah yang ada dikumpul lantas dibakar dengan maksud saat datang hujan abunya meresap ke tanah,”  kisah Indra.

Dari aksi sosial ini,Indra juga berpesan kepada pendaki setelahnya untuk menjaga kebersihan dan menjaga kelestarian sehingga lingkungan tidak terkontaminasi.

Gunung Cartenz selain memiliki pemandangan yang sangat indah, juga memiliki ekosistem lengkap dari vegitasi alpin, sub-alpin, mountana, sub-mountana, lahan basah, juga terdapat 34 jenis tumbuhan di dalam hutan Gunung Cartenz dengan jenis hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan gambut, hutan sagu, hutan hujan lahan, hutan hujan pada bukit, hutan krangas, hutan pengunungan, dan juga padang rumput yang menarik minat banyak pendaki,” tukasnya. (a15)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *