Pratu IW Resmi Tersangka

TIMIKA,TimeX Penyidik Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIII Timika, resmi menetapkan Briptu IW dari kesatuan Brigade Infanteri (Brigif) 20- Ima Jaya Keramo (IJK) sebagai tersangka. Demikian ditegaskan Komandan Sub Den Pom Timika, Kapten CPM Ferdinan Ramadhani kepada Timika eXpress, diruang kerjanya, Kamis (7/1).

Alm. Martje Kanine

BB Pisau Belum Ditemukan

Jenazah Martje Kanine Diterbangkan Ke Manado

TIMIKA,TimeX

Penyidik Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIII Timika, resmi menetapkan Briptu IW dari kesatuan Brigade Infanteri (Brigif) 20- Ima Jaya Keramo (IJK) sebagai tersangka.

Demikian ditegaskan Komandan Sub Den Pom Timika, Kapten CPM Ferdinan Ramadhani kepada Timika eXpress, diruang kerjanya, Kamis (7/1).

Bahkan Pratu IW yang sempat kabur, kini telah diamankan di sel tahanan Subden POM Timika, guna proses hukum lanjut.
Dari hasil penyidikan sementara, Kapten Ferdinan menegaskan bahwa tersangka telah mengakui perbuatannya, yakni menganiaya Martje Kanine (40), seorang ibu rumah tangga (IRT) di kawasan irigasi, Bilangan Hasanuddin hingga tewas mengenaskan.

Korban meregang nyawa pada, Rabu (6/1) sekitar pukul 10.15 WIT di Jalan Trikora, lantaran ditikam dengan pisau badik di bagian dada kanan dan pinggang oleh tersangka.

Menurut Kapten Ferdinan, aksi tersangka dilatarbelakangi rasa cemburu, kesal lantaran selisih paham dengan korban dan anak korban Fresi Muntolalo yang ditengarai menjalin hubungan layaknya suami istri sejak 2013 silam.

Tak pelak, meski IW telah ditahan, namun barang bukti (BB) pisau badik yang merenggut nyawa korban hingga kemarin belum ditemukan.

Kendati demikian, Kapten Ferdinan memastikan kasus ini akan diproses tuntas, termasuk menemukan barang bukti yang digunakan tersangka.

“Kasus ini masih dalam proses penyidikan Subden POM. Semuanya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dan diadili melalui peradilan militer” tegasnya.

Terhadap proses hukum tersangka IW, dalam kasus ini, tersangka dipastikan dijatuhi hukuman atau sanksi berat pasal berlapis, ini sesuai ketentuan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

Selain memeriksa tersangka, Subden POM pun akan menghadirkan pihak korban untuk dimintai keterangan, termasuk Fresi Muntulalo yang saat itu membonceng korban.

Hanya saja, proses pemeriksaan awal belum maksimal dikarenakan keluarganya korban masih dalam suasana duka.

“Dari hasil olah TKP dan bukti awal akan dijadikan acuan dalam proses penyelidikan dan penyidikan tersangka, yang telah mencoreng institusi, khususnya kesatuan Brigif 20-IJK.
Seperti diberitakan sebelumnya, awal kejadiannya, Fresi Muntolalo pengendara sepeda motor Honda Vario warna putih bernomor polisi DS DS 4503 MX membonceng ibu kandungnya Martje Kanine (40) dan ponakannya Jeselia Ronsumbre (3,5 tahun) dari kediaman mereka hendak ke salon kecantikan di bilangan Ahmad Yani.

Belum sampai tujuan, korban bersama anak dan cucunya dihadang dan ditendang tersangka yang saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Soul warna hitam.

Tindakan tersangka mengakibatkan korban bersama anak dan cucunya terjatuh.

Saat itulah tersangka diliputi emosi terus memukuli korban Martje Kanine, menyusul menikam korban.

Usai memukul dan menikam korban Martje, pelaku disinyalir hendak menganiaya Fresi Muntolalo. Namun, Fresi lebih dahulu kabur meninggalkan lokasi kejadian dan melaporkan aksi pelaku ke Kantor Pelayanan Polres Mimika, hingga akhirnya tersangka diamankan dan diproses hukum.

Dari pantauan Timika eXpress, Kamis kemarin sekitar pukul 13.00 WIT ratusan keluarga dan kerabat korban, termasuk tim penyidik Subden POM Timika ikut mengantar jenazah korban Martje Kanine (40) ke Bandara Mozes Kilangin yang kemudian diterbangkan ke Manado untuk dimakamkan disana.

Jenazah korban kemarin diterbangkan dengan penerbangan Pesawat Garuda.(zz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.