Sekda Buka Rakerda MUI 2016: Refleksikan Akhlakul Karimah untuk Mimika Aman, Damai dan Sejahtera

 

TIMIKA, TimeX Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika Ausilius You, S.Pd, MM resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika dalam agenda pembahasan program 2016.

Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Ausilius You SPd MM saat membuka Rakerda MUI Kabupaten Mimika yang didampingi oleh Ketua MUI Mimika, Ustadz H.Muhammad Amin AR, SAg (dua dari kanan) dan Sekretaris Umum Abdul Syakir SPdI (dua dari kiri).

TIMIKA, TimeX

Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika Ausilius You, S.Pd, MM resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika dalam agenda pembahasan program 2016.

Pembukaannya di Aula Pesantren Hidayatullah kilometer 9, Sabtu (26/3), ditandai dengan penabuhan rebbana oleh Sekda Mimika dengan didampingi Ketua MUI Mimika Ustadz H. Muhammad Amin, AR, S.Ag.

Rakerda ini sekaligus  merupakan orientasi bagi pengurus MUI Mimika serta Dewan Kemamuran Masjid (DKM) se-Mimika.

Tema yang diusung  dalam kegiatan  itu, “Memperkuat Konsolidasi Organisasi Untuk Meningkatkan Peran MUI dalam Menjaga Toleransi dan Kerukunan Antar Umat Beragama”.

Sekda You yang dinobatkan sebagai bapak toleransi umat beragama dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan Rakerda MUI karena mengusung tema yang senafas dengan visi misi Kabupaten Mimika, yakni mewujudkan Mimika aman, damai dan sejahtera.

Ini merupakan sebuah refleksi nilai spiritual, sikap mental, juga akhlakul karimah lahir batin bagi masyarakat Mimika.

Sekda You yang juga dipercaya memaparkan materinya tentang toleransi beragama dalam perspektif  Timika tanah damai, menyerukan kepada MUI selaku induk organisasi yang menaungi ormas Islam, tentunya harus menjadi penggerak kepemimpinan dan kelembagaan umat yang efektif, serta menjadikan ulama sebagai panutan.

“Ini supaya mampu membina umat dalam menanamkan dan memupuk aqidah islamiyah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MUI Mimika, Ustadz H. Muhammad Amin AR, S.Ag  menuturkan, bahwa ulama Indonesia merupakan pewaris para nabi (warisatul anbiya), pelayan umat (khadimul ummah) dan penerus sunnah Rasulullah SAW.

“Tentunya kita harap MUI dan Ormas islam dapat membangun sinergisitas serta menjalin komukasi satu dengan lainnya agar tercipta ukuwah sesama muslim dan ukuwah sesama manusia (hamblum Minannas).

Ketua MUI Ustadz H. Muhammad Amin yang juga memberikan materi tentang pedoman dasar dan pedoman rumah tangga, menekankan bahwa MUI sebagai pemberi fatwa kepada umat, masyarakat maupun pemerintah sebagai mitra, tentu harus mengaktualisasikannya secara nyata.

Selain itu, MUI disebut sebagai garda terdepan dalam solusi permasalahan yang bersyariat,” jelasnya.

Sedangkan pemateri dari perwakilan Polres Mimika disampaikan oleh Ipda H. M Ishak tentang peran ulama dan umaro’ dalam menjaga kamtibmas selaras  dengan visi misi Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika, yaitu menuju Mimika tanah damai, aman dan sejahtera.

Usai penyajian materi sebagai gambaran awal, masing-masing utusan lembaga dalam wadah MUI mulai menggelar rapat pembahasan agenda kerja MUI Mimika periode 2016-2021.

Program kerja meliputi program umum ada tiga bidang, serta program komisi terdapat 9 bidang, kesemuanya itu dibahas kemudian ditetapkan dan disahkan untuk merefleksikan kerja MUI kedepannya.

Kegiatanpun berakhir pada pukul 17.30 WIT dengan kesimpulan dan rekomendasi yang disampaikan oleh Ketua MUI Mimika.

Uztad Amin pada kesempatan itu pula menceirterakan sejarah berdirinya MUI Mimika berawal dari pertemuan 26 ulama yang mewakili 26 provinsi di Indonesia. Hadir pada musyawarah waktu itu cendekiawan dan zu’ama.

Saat itu, 10 ulama mewakili unsur Ormas Islam  dari tingkat pusat, yakni NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Perti, Al Washliyah, Math’laul, Anwar, GUPPI,PTDI, DMI dan Al-Ittihadiyah.

Sedangkan 4 ulama dari Dinas Rohani Islam, TNI Angkatan Darat (AD) , UU, TNI- AL dan Polri, termasuk 13 lainnya adalah cendekiawan dan tokoh perorangan.

Dari momen itu kemudian disepakati membentuk wadah yang tertuang dalam piagam berdirinya MUI yang dikenal atau disebut Musyawarah Nasional Ulama,” jelas Amin.(abs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *