Peringati Hari TB, Malcon PTFI Bagikan Brosur

TIMIKA, TimeX Memperinganti Hari Tubercolusis (TB) atau yang lebih populer di masyarakat dengan sebutan penyakit TBC yang jatuh setiap tanggal 24 Maret, Malaria Control PT Freeport Indonesai (PTFI) membagikan brosur menyangkut TBC kepada warga masyarakat Mimika

Faizal Burhan

TIMIKA, TimeX

Memperinganti  Hari Tubercolusis (TB) atau yang lebih populer di masyarakat dengan sebutan penyakit TBC yang jatuh setiap tanggal 24 Maret, Malaria Control PT Freeport Indonesai (PTFI) membagikan brosur menyangkut TBC kepada warga masyarakat Mimika.

Aksi yang digelar, Kamis (31/3) disejumlah ruas jalan dalam Kota Timika untuk menyuarakan pentingnya penanganan dini terhadap penyakit yang mengerogoti paru-paru.

Dalam aksi yang digelar di , di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan POM lama, Lampu Merah Diana Supermarket dan di Timika Mall, bilangan  Yos Sudarso, pihak Malcon PTFI yang menggandeng  puskesmas Timika dan Satlantas Polres Mimika menyebarkan brosur berisi imbauan tentang penyakit TBC.

“Dengan adanya aksi semacam ini masyarakat akan mengetahui tingkat bahaya penyakit TBC sekaligus pencegahannya. Yang jelas untuk diketahui, penyebaran penyakit TBC di Timika masih menjadia skala prioritas dalam penanganannya,” ungkap Faizal Burhan, tim medis TB Malaria Control saat dikonfirmasi Timika eXpress  di ruangan kerjanya, Kamis  kemarin.

Kata Faisal, pembagian brosur agar masyarakat dapat mengenal dan mengetahui serta mendapatkan informasi dini penyakit TB itu dapat diobati.

“Ini karena masih banyak masyarakat yang salah  persepsi bahwa TB itu penyakit guna-guna atau keturunan,” tambahnya.

Menurutnya, selain pembagian brosur, pihaknya telah melakukan kegiatan promosi kesehatan ke sejumlah sekolah dengan tujuan agar anak didik dapat menyampaikan kepada keluarga, bahwa kasus penyakit TB dapat disembuhkan.

“Ini sekaligus mematahkan stigma dan persepsi yang salah. Promosi Kesehatan itu kami lakukan di SMA Integral di Kilo 9 tanggal 9 Maret, tanggal 21 Maret di sekolah SMP Yosua di Jalan Perintis,” jelasnya.

Ia berharap, Masyarakat dapat membangun kesadaran tentang wabah Tuberkulosis (TB) serta usaha-usaha untuk mengurangi penyebaran wabah tersebut.

Dijelaskannya, beberapa gejala awal penyakit ini diantaranya, batuk berdahak yang tak kunjung sembuh, berat badan dan nafsu makan turun, demam serta berkeringat dimalam.

Tidak itu saja, penderita juga mengalami nyeri dada dan pada tingkat akut, penderita mengalami batuk berdahak bercampur darah. Untuk diketahui, di seluruh dunia kematian yang diakibatkan oleh TBC telah menurun sejak 1990, namun penyakit ini masih terus menelan korban lebih dari 1,3 juta nyawa setiap tahunnya.

Tahun ini, jelas Faisal, World Health Organization (WHO) menjadikan inovasi sebagai tema global dalam memperingati Hari TBC Se-Dunia. Tema ini mengajak perlunya memanfaatkan ide-ide dan metode baru untuk melanjutkan perang melawan TBC secara efektif.

Sedangkan Indonesia berada di urutan ketiga di dunia, dengan 535.000 kasus TBC. Sejak tahun 2000, program pengendalian TBC di Indonesia telah berhasil mencapai target global mengidentifikasi dan merawat setidaknya 70 persen dari jumlah kasus yang diperkirakan. (a20)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.