Rumah Dinas DPRD Mubazir

TIMIKA, TimeX Rumah dinas anggota DPRD Kabupaten Mimika sebanyak 25 unit di kawasan Jalan Cenderawasih dinilai mubazir karena hingga kini dibiarkan dan tidak ditempati. Kondisinya memprihatinkan, apalagi ditumbuhi rumput dan tidak adanya perawatan. Sejak dibangun pada masa DPRD periode sebelumnya, puluhan unit rumah yang harusnya ditempati wakil rakyat tersebut ternyata tidak ada perubahan.

Thomas Wanmang

Bisa Saja Dialihkan Jadi Rumah Dinas Pejabat Eselon II

TIMIKA, TimeX

Rumah dinas anggota DPRD Kabupaten Mimika sebanyak 25 unit di kawasan Jalan Cenderawasih dinilai mubazir karena hingga kini dibiarkan dan tidak ditempati.

Kondisinya memprihatinkan, apalagi ditumbuhi rumput dan tidak adanya perawatan.

Sejak dibangun pada masa DPRD periode sebelumnya, puluhan unit rumah yang harusnya ditempati wakil rakyat tersebut ternyata tidak ada perubahan.

Dengan dilantiknya DPRD baru periode 2014-2019 pada 24 Nopember 2015 silam, rumah dinas DPRD belum juga ditinggali, bahkan pimpinan dan anggota DPRD tinggal di rumah pribadi  masing-masing.

Kondisi ini tentu disayangkan, sebab masih banyak warga Mimika yang membutuhkan tempat tinggal layak huni.

“Itu kan dibangun dengan uang rakyat, kok ditelantarkan begitu,” kata tokoh  masyarakat Amungme Thomas Wanmang kepada Timika eXpress tadi malam.

Karena tidak menempati rumah dinas yang disediakan negara, otomatis anggota dewan mendapat biaya kontrak rumah dari Negara lagi.

“Ini kan jadi tambah mubazir. Berapa besar lagi negara menanggung biaya sewa rumah anggota DPRD,” ujarnya.

Karenanya, saran Thomas, Pemda Mimika maupun DPRD harus mencari jalan keluar agar uang negara tidak terbuang sia-sia itu. “Jangan juga sudah ada rumah dibuat seperti rumah hantu begitu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mimika Petrus Yumte menegaskan, status pengelolaan rumah dinas DPRD kini ditangan bagian aset daerah dan sepenuhnya jadi kewenangan Pemda Mimika.

Penyerahan kembali rumah-rumah tersebut ke pemerintah, karena sejak 2009 silam tidak ditempati para legislator.

“Memang waktu itu rumah DPRD dibangun bertahap. Termasuk tahun 2015 dibangun tambah, toh juga tidak ditempati anggota  dewan periode sebelumnya. Ini jadi alasan mendasar perumahan itu dikembalikan bagian aset daerah,” jelasnya pekan lalu.

Dengan statusnya kini ditangan Pemda Mimika, maka kedepannya difungsikan untuk apa dan seperti apa, bahkan nanti siapa yang tempati, itu jadi kebijakan pimpinan daerah setempat,” jelasnya.

Menurut mantan Kadispenda, tidak menutup kemungkinan nantinya rumah-rumah dewan bakal ditempati pejabat eselon II.

“Nanti tinggal petunjuk dari bupati, apakah ditangani bagian aset atau bagian umum.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Mimika, Paulus Dumais di Kantor Sentra Pemerintahan belum lama ini menegaskan, pihaknya sementara tidak mengelola rumah-rumah dinas DPRD karena sudah dialihkan ke Pemda.

“Kita sudah serahkan kembali ke Pemda, jadi tinggal kebijakan bupati soal aset rumah dinas DPRD,” tukasnya. (a14)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *