Dua Pimpinan KNPB Resmi Tersangka

TIMIKA, TimeX Polres Mimika akhirnya resmi menetapkan dua pimpinan aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Timika sebagai tersangka penghasutan dan kemerdekaan menyatakan pendapat dari aksi demo KNPB, Rabu (13/70 lalu di lima titik di Kabupaten Mimika. Dua tersangka berinisial YA dan SU, masing-masing adalah ketua dan sekretaris KNPB wilayah Timika dan kini sudah mendekam dalam sel tahanan Polres Mimika guna proses hukum lanjut. Demikian dijelaskan Kapolres Mimika AKBP H. Yustanto Mujiharso, SIK, M.Si saat dikonfirmasi Timika eXpress usai Sertijab Danyonif 754-ENK di Mayonif, Senin (18/7).

Simpatisan KNPB ketika di pulangkan oleh anggota Brimob.

TIMIKA, TimeX

Polres Mimika akhirnya resmi menetapkan dua pimpinan aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Timika sebagai tersangka penghasutan dan kemerdekaan menyatakan pendapat dari aksi demo KNPB, Rabu (13/70 lalu di lima titik di Kabupaten Mimika.

Dua tersangka berinisial YA dan SU, masing-masing adalah ketua dan sekretaris KNPB wilayah Timika dan kini sudah mendekam dalam sel tahanan Polres Mimika guna proses hukum lanjut.

Demikian dijelaskan Kapolres Mimika AKBP H. Yustanto Mujiharso, SIK, M.Si saat dikonfirmasi Timika eXpress usai Sertijab Danyonif 754-ENK di Mayonif, Senin (18/7).

YA dan SU semula ditangkap bersama 65 aktivis dan simpatisan KNPB pada 13 Juli lalu saat aksi di Graha Eme Neme Yauware dan di kawasan Timika Jaya SP2.

Namun dari 65 orang tersebut, hanya dua orang yang dijadikan tersangka yakni YA dan SU. Sedangkan 63 lainnya dipulangkan ke kediamannya  masing-masing setelah dinyatakan tidak terlibat langsung dalam perjuangan KNPB

Aksi KNPB waktu itu guna mendukung United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menjadi anggota penuh Melanesia Spearhead Group (MSG) pada KTT MSG di Honiara 14 Juli lalu.

Keterlibatan kedua tersangka dalam kasus ini dijerat pasal Pasal 160 KUH Pidana tentang perbuatan menghasut.

Pasal tersebut menegaskan, barangsiapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan yang diherikan berdasar ketentuan undang-undang, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun.

“Setelah hasil penyidikan, kita gelar kasus dan akhinrya tetapkan dua tersangka. Tersangka pertama YA dan tersangka kedua SU. Kalau lainnya kita bebaskan,” jelas Kapolres.

Termasuk mobil untuk memobilisasi massa yang sebelumnya diamankan juga dikembalikan karena status sewa pakai.

Bahkan mereka yang dibebaskan diharapkan untuk menyampaikan kepada rekan-rekannya yang lain agar tidak lagi melakukan perbuatan melanggar hukum.

“Harapan kita mereka sampaikan ke teman-temannya tidak perlu lagi untuk lakukan kegiatan-kegiatan seperti itu,” harap Kapolres.

Untuk diketahui, aksi massa KNPB di lima titik, yakni di depan Graha Eme Neme Yauware, di Timika Jaya, Karang Senang SP3 serta di Djayanti dibubarkan paksa oleh 700 personil gabungan TNI-Polri.

Sedangkan aksi massa di Sekretariat KNPB di Jalan Sosial dikawal ketat aparat hingga selesai sebab tidak berlangsung lama.

Untuk diektahui, sebelumnya 5 April lalu di Kampung Bhintuka SP XIII, aparat gabungan TNI-Polri juga berhasil mengamankan dua aktivis KNPB, yakni Steven Itlay dan Yus Wenda karena ditengarai melakukan tindakan makar dan pemukulan terhadap Kapolres Mimika.

Keduanya kini dalam proses hukum. Steven diganjar pasal 106 tentang tindakan makar, sementara Yus Wenda diganjar pasal 351 tentang penganiayaan.(a19)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.