Bupati Lepas Tangan Konflik Kwamki Narama

TIMIKA, TimeX Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE secara tegas menyatakan Pemerintah Daerah Mimika tidak ambil pusing alias lepas tangan dari konflik berkepanjangan sejak Bulan Mei lalu yang terjadi di Kwamki Narama hingga kini. Bahkan perseteruan antara dua kelompok warga di wilayah itu sudah membuat orang nomor satu di daerah ini geram. Tidak hanya itu, Bupati Omaleng pun tidak akan memberi perhatian lebih, termasuk menghentikan semua bantuan dari Pemda Mimika.

foto prosesi damai beberapa waktu lalu.

TIMIKA, TimeX

Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE secara tegas menyatakan Pemerintah Daerah Mimika tidak ambil pusing alias lepas tangan dari konflik berkepanjangan sejak Bulan Mei lalu yang terjadi di Kwamki Narama hingga kini.

Bahkan perseteruan antara dua kelompok warga di wilayah itu sudah membuat orang nomor satu di daerah ini geram.

Tidak hanya itu, Bupati Omaleng pun tidak akan memberi perhatian lebih, termasuk menghentikan semua bantuan dari Pemda Mimika.

Ia menyayangkan, bahwa konflik warga yang sudah menelan sejumlah korban jiwa, harta benda tersebut, sebelumnya sudah melewati proses adat patah panah dan bakar batu.

Termasuk bantuan 20 ekor hewan kurban tidak cukup memberi efek jera, sebab dari prosesi damai yang digelar 17 Mei lalu, kedua kelompok warga kembali angkat busur panah dan menyatakan konflik berlanjut.

Permasalahan Kwamki Lama ini jangan ibarat anak yatim piatu yang harus selalu ditangani. Beberapa waktu lalu sudah disepakati perdamaian sampai digelar patah panah dan bakar batu, bahkan Kapolres keluarkan tembakan peringatan menyudahi konflik. Artinya kami sudah usahakan damai, tapi sepertinya tidak ditanggapi.

“Saya mau tegaskan konflik berarti tidak mendukung pembangunan, jadi kami tidak akan lagi beri perhatian lebih,” tegasnya lagi.

Katanya, akses jalan utama di Kwamki Narama rencananya tahun ini di hotmix, hanya saja masih terjadi konflik sehingga diurungkan. Termasuk masih ada proyek kegiatan lain, nanti dialihkan.

“Saya akan pangil Kepala Dinas PU dan alihkan proyeknya karena masih ada waktu. Kalau mau pembangunan  jalan, stop bertikai,” ungkapnya.

Dengan lamanya konflik yang terjadi, orang nomor satu di Mimika ini mensinyalir adanya oknum warga yang tidak bertanggung jawab mengkondisikan situasi ini.

Untuk itu, kepada aparat keamanan diminta untuk bertindak tegas guna menghentikan konflik,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang, SE, M.Si menegaskan, dengan disepakatinya dilakukan prosesi perdamaikan oleh kedua kelompok warga yang bertikai, konflik yang terjadi selama ini adalah yang terakhir.

“Ketua DPRD sudah ketemu saya, katanya mereka sudah bakar batu  tadi (kemarin-Red).  Ini berarti sudah sepakat berdamai, dan jangan terjadi lagi konflik ,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi tokoh-tokoh dari kedua kelompok warga yang atas inisaitif ingin menyudahi konflik yang dinilainya tidak bermanfaat.

“Saya harap aktivitas warga pascaprosesi damai kembali normal. Termasuk aktivitas pemerintahan di Kantor Distrik Kwamki Narama dan juga akses layanan kesehatan yang lumpuh total, kembali berjalan sebagaimana mestinya,” tukas mantan Kabag Keuangan Setda Mimika 2008 ini. (a14/a9)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.