Lagi, Dua Pengedar Sabu Dibekuk

>>15 Gram Sabu Senilai Rp30,8 Juta Diamankan

>>Sudah 18 Kasus Narkoba Terungkap

TIMIKA,TimeX Upaya pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Mimika kembali membuahkan hasil. Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Mimika kembali membekuk dua pengedar yang juga diduga kuat sebagai pemakai barang haram haram jenis sabu, Sabtu (23/7). Kedua pelaku yang resmi ditetapkan tersangka, yakni Are alias Doyok (34) dan Saimudin (40) dibekuk Kasat Res Narkoba Iptu Harjaka bersama jajarannya di lokasi dan waktu berbeda. Dari tangan kedua tersangka berhasil diamankan 15 gram paket sabu yang kalau diuangkan senilai Rp30,8 juta.

Dua orang Pengedar yang di tangkap Polres Mimika

TIMIKA,TimeX

Upaya pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Mimika kembali membuahkan hasil.

Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Mimika kembali membekuk dua pengedar yang juga diduga kuat sebagai pemakai barang haram haram jenis sabu, Sabtu (23/7).

Kedua pelaku yang resmi ditetapkan tersangka, yakni Are alias Doyok (34) dan Saimudin (40) dibekuk Kasat Res Narkoba Iptu Harjaka bersama jajarannya di lokasi dan waktu berbeda.

Dari tangan kedua tersangka berhasil diamankan 15 gram paket sabu yang kalau diuangkan senilai Rp30,8 juta.

Awalnya, berdasarkan laporan dari masyarakat yang diterima, tujuh personil  Satres Narkoba mengintai pergerakan Doyok hingga membekuknya di Jalan Hasanuddin, kawasan irigasi malam minggu lalu sekitar pukul 12.30 WIT.

Dalam penggrebekan itu, pelaku sempat berusah kabur, namun berhasil dibekuk aparat Satres Narkoba yang saat itu berpakaian preman.

Doyok tidak bisa mengelak setelah petugas mendapati 9 paket sabu siap edar seberat 8 gram, masing-masing dalam kemasan plastik bening yang dikantonginya .

Dari 9 paket itu, untuk kemasan 1 gram sebanyak 5 paket dijual Rp2,5 juta.

Kemudian untuk kemasan 0,5 gram sebanyak dua paket dijual Rp1,5 juta perpaket.

Dua paket lagi dijual masing-masing Rp800 ribu dan Rp500 ribu.

Dari tangan Doyok juga berhasil diamankan 1 buah handphone merek samsung warna putih, sebuah timbangan dan 1 alat isap (bong-Red).

Dengan ditangkapnya Doyok, aparat Satres narkoba terus melakukan pengembangan, dan setelahnya berhasil membekuk seorang pria paruh baya bernama Saimudin (40) di Jalan K.H Dewantara, tepatnya di depan Klinik Harapan sekitar pukul 01.23 WIT.

Saimudin dan Doyok diduga kuat merupakan jaringan peredaran barang haram yang diperoleh dari bandarnya di Makassar.

Dari tangan Saimudin, polisi berhasil mengamankan 7 paket sabu seberat 7 gram, yakni masing-masing paket beratnya 1 gram dengan harga jual perpaket Rp2 juta.

Dari lokasi penangkapan, Saimudin kemudian digelandang ke rumah kontrakannya di kawasan setempat. Daro penggeledahan di rumah kosnya, hanya berhasil diamankan 2 buah handphone  mereka Nokia.

Kedua pelaku yang resmi tersangka ini kemudian digelandang dan dijebloskan ke sel tahanan Polres Mimika guna proses hukum lanjut.

Terkait kasus ini, Kapolres Mimika AKBP Yustanto Mujiharso, SIK,M.Si saat dikonfirmasi Timika eXpress di Kolam Pemancingan Telaga Mina, Minggu kemarin menyatakan, kedua pelaku sudah resmi ditetapkan tersangka dan sedang dalam proses penyidikan oleh Satres Narkoba.

“Kita sudah tangkap dan amankan di sel Polres,”ungkapnya.

Mantan Kaden B Brimob ini menambahkan, kedua tersangka atas laporan masyarakat sudah diincar sejak lama, namun keduanya bukan bandar besar.

“Masih ada yang kita incar dan pasti ditangkap, karena kita sudah endus jaringannya,” tandasnya.

Sudah 18 Kasus Terungkap

Dengan ditangkapnya Doyok dan Saimudin membuktikan jajaran Polres Mimika terus memerangi peredaran barang haram tersebut.

Sejak januari hingga Juli 2016, Polres Mimika telah menguak 18 kasus narkoba.

Dimana pelaku maupun yang sudah resmi ditetapkan tersangka bahkan yang sedang dalam proses persidangan merupakan pengedar dan pemakai sekaligus.

18 Kasus tersebut termasuk dua kasus baru yang menjerat Doyok dan Saimudin pascapenangkapan, Sabtu (23/7) lalu.

Dari pengakuan belasan tersangka, kebanyaka narkoba jenis ganja diperoleh dari Jayapura. Sedangkan sabu-sabu didapat dari Makassar,” ungkap Kapolres Yustanto.

Mantan Kapolres   Biak ini menambahkan, narkoba yang disebut sebagai musuh bersama, dalam pemberantasannya, aparat kepolisian tidak sendiri, namun pihaknya telah berkoordinasi dengan satuan samping TNI, pihak BNN Timika dan juga stakeholder dan warga masyarakat Mimika.

“Kita tidak pandang bulu dalam penindakan kasus ini,” tegasnya. (a21)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *