Bentrok Warga di Kilo 11, Satu Tewas

TIMIKA, TimeX Bentrok antar kelompok warga di Kilomater 11, Kampung Kadun Jaya, Distrik Wania kembali berkecamuk, Kamis (18/8). Akibat pertikaian dan aksi saling serang mulai pukul 05.30 WIT kamis pagi kemarin, mengakibatkan seorang warga bernama Mikael Lokbere (20) tewas akibat terkena panah pada bagian dada. Selain menewaskan seorang warga, pertikaian itu juga menyebabkan enam warga dari Jalur II di kompleks tersebut terluka, yakni Nonap Korwan (40), Yote Tabuni (21), Nonap Lokbere (21), Apitu Kogoya (11) dan Melianus Wandikbo (30).

Sejumlah warga yang hendak dievakuasi

TIMIKA, TimeX

Bentrok antar kelompok warga di Kilomater 11, Kampung Kadun Jaya, Distrik Wania kembali  berkecamuk, Kamis (18/8).

Akibat pertikaian dan aksi saling serang mulai pukul 05.30 WIT kamis pagi kemarin, mengakibatkan seorang warga bernama Mikael Lokbere (20) tewas akibat terkena panah pada bagian dada.

Selain menewaskan seorang warga, pertikaian itu juga menyebabkan enam warga dari Jalur II di kompleks tersebut terluka, yakni Nonap Korwan (40), Yote Tabuni (21), Nonap Lokbere (21), Apitu Kogoya (11) dan Melianus Wandikbo (30).
selain itu, juga menciderai tiga warga Jalur III di kawasan setempat, diantaranya Senang Wandikbo (38), Ison Wandikbo (16) dan Mikon Wasareak (20).

Belum dipastikan penyebab bentrok tersebut. Namun, dugaan kuat, bentrokkan tersebut dipicu kasus meninggalnya Jhoni Gwijangge pada akhir Juli lalu.
Untuk mengantisipasi meluasnya insiden tersebut, polisi dan TNI sudah berupaya memblokir lokasi yang diduga menjadi ajang pertikaian, yaitu Jalur II dan III.
Ini setelah Kapolres Mimika AKBP Yusyanto Mudjiharso, SIK, M.Si bersama Dandim 1710 Mimika Letkol Inf. Windarto melakukan pendekatan persuasif dengan kedua kelompok warga yang bertikai.

Pada pertemuan pukul 08.23 WIT, kepada masing-masing kelompok, Kapolres mengimbau untuk menahan diri dan tidak saling melepaskan anak panah.

“Sekarang polisi yang jaga kalian, jadi tidak ada yang buang panah. Kalau ada kita tangkap dan adili sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kapolres.

Menurutnya, penghadangan perlu dilakukan guna mengantisipasi meluasnya konflik yang bisa menimbulkan korban jiwa maupun harta benda.
Baru pukul 16.30 WIT  jenazah Mikael Lokbere diabukan setelah sebelumnya disemayamkan di honai ( rumah khas pedalaman Papua) sambil menunggu prosesi pemakaman secara adat oleh pihak korban di Jalur II.

Sedangkan korban yang mengalami luka-luka dirawat di Rumat Sakit  Mitra Masyarakat (RSMM) dan RSUD Timika sejak pukul 09.00 WIT, diketahui telah dipulangkan.
Hingga berita ini diturunkan aksi pertikaian masih dapat diredam, ini setelah disiagakannya tiga pleton Brimob Batalyon B Timika dan anggota TNI mulai pukul 10.23 WIT.

Puluhan personil gabungan itu memblokade Jalur II dan Jalur III sebagai kawasan konflik.

Untuk menenangkan warga yang bertikai, sekira pukul 15.30 WIT Ketua DPRD Mimika Elminus Mom mendampingi Wakil Ketua II MRP Engelberta Kotorok bersama Anggota Komisi C DPRD Mimika Elias Mirib tiba di lokasi TKP.

Kedatangan mereka untuk menenangkan warga yang bertikai, sekaligus mengunjungi keluarga korban duka atas meninggalnya Mikael Lokbere.

“Saya harap permasalahan ini tidak diperpanjang. Percayakan sepenuhnya kepada kepolisian. Jangan angkat panah, kita akan rugi,” pesan Elminus sekaligus ingin mencari tahu sebab pasti dan mencari solusi penyelesaiannya.

Sementara itu, data lapangan yang dihimpun Timika eXpress, Rabu kemarin menyebutkan, bentrok antar warga Jalur II dan III ini terjadi sekejap.

Bentrokkan baru redah sekitar pukul 06.30 WIT setelah Kasatlantas Polres Mimika AKP Yosias Pugu bersama anggota Polres Mimika dan Polsek wilayah setempat meleraikan dua kelompok yang bertikai. (a21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.