Gudang Pastoran St. Stefanus Sempan Terbakar

TIMIKA,TimeX Dipastikan akibat hubungan arus pendek listrik (Korsleting) sebagai penyebab terbakarnya Gudang Gereja Pastoran Paroki St. Stefanus Sempan, Jumat (19/8) sekitar pukul 18.30 WIT tadi malam. Selain kobaran api menghanguskan barang-barang gereja, juga melenyapkan sebagian barang milik saksi Kiswanto (28), tukang rehab bangunan dan fasilitas gereja yang menjadikan gudang penyimpanan tersebut sebagai rumah tinggalnya.

Gudang Milik ST. Stefanus Sempan Terbakar

TIMIKA,TimeX

Dipastikan akibat hubungan arus pendek listrik (Korsleting) sebagai penyebab terbakarnya Gudang Gereja Pastoran Paroki St. Stefanus Sempan, Jumat (19/8) sekitar pukul 18.30 WIT tadi malam.

Selain kobaran api menghanguskan barang-barang gereja,  juga melenyapkan sebagian barang milik saksi Kiswanto (28), tukang rehab bangunan dan fasilitas gereja yang menjadikan gudang penyimpanan tersebut sebagai rumah tinggalnya.

Kasus kebakaran secepat kilat itu terjadi, sebab gudang tempat penyimpanan hanya berkontruksi kayu papan.

Bahkan, upaya petugas Pemadam Kebakaran waktu itu selain memadamkan api yang membakar gudang gereja, juga menghalau kobaran api agar tidak meluber ke bangunan lain di kawasan gereja setempat,  termasuk ke pemukiman padat warga di sekitar lokasi kejadian.

Sebagaimana pantauan Timika eXpress, sesaat setelahnya, petugas Reskrim Polres Mimika yang tiba di  lokasi TKP langsung memasang garis polisi (police line) dan hanya melakukan identifikasi awal termasuk meminta keterangan dari Kiswanto.

Rencananya proses olah TKP guna mengetahui pasti penyebabnya baru dilakukan besok (hari ini-Red),” kata Pater Lambert Nita, OFM dari penjelasan pihak kepolisian saat disampaikan kepada Timika eXpress tadi malam.

Ceritera Pater Lambert saat ditemui Timika eXpress dilokasi kejadian, waktu itu Kiswanto sedang duduk dihalaman gereja, sontak datang Pastor Lambert menanyakan kenapa lampu sorot yang ada ditaman itu padam.

“Waktu itu saya jawab pater kalau saya tidak tahu, tetapi saya hanya dengar ada bunyi,” jelas Kiswanto.

Saat itu juga
Saat itu pula, Pater Lambert yang mencium bau seperti karet terbakar bergegas memutuskan aliran listrik dengan menurunkan saklar meteran listrik yang berada tidak jauh dari gudang.

Sementara Kiswanto berlari ke arah gudang dan berusaha menerabas masuk untuk menyelamatkan barang miliknya.

Sayangnya, upaya Kiswanto gagal sebab kobaran api begitu cepat membakar seisi gudang.
“Saya mau masuk paksa tapi api dan asap terlalu besar, jadi pasrah saja,” tutur Kiswanto lirih.

Musibah naas waktu itu kebanyakan warga mengira Kantor Kelurahan Inauga yang terbakar.

Seperti pengakuan Maikel Akimuri, warga setempat, yang juga pegawai kelurahan setempat.

“Saya kira yang terbakar itu kantor keluarhan Inauga, ternyata gudang gereja,” jelas Maikel yang mengaku awalnya melaporkan kejadian tersebut ke petugas Polsek Mimika Baru.

Selanjutnya diteruskan laporan itu ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) agar merespon kebakaran ini.
saat itu juga, tiga unit mobil Damkar bersama personil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dari musibah ini juga ditakser kerugian mencapai jutaan rupiah.

Sampai berita ini di turunkan belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian. (a15)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.