Jeni: Harga Rokok Mahal Berdampak Positif

TIMIKA, TimeX Sejumlah pihak mengapresiasi rencana Pemerintah Pusat menaikan harga jual rokok di pasaran hingga 3 kali lipat pada September mendatang. Dampka positif dan bermanfaat dari kenaikan harga rokok Rp50 ribu, salah satunya menurunkan angka kemiskinan. Selain itu, dapat meningkatkan kesehatan sekaligus menunjang pendidikan anak.

Kadispendabud Mimika Jeni O. Usmany

TIMIKA, TimeX

Sejumlah pihak mengapresiasi rencana Pemerintah Pusat menaikan harga jual rokok di pasaran hingga 3 kali lipat pada September mendatang.

Dampka positif dan bermanfaat dari kenaikan harga rokok Rp50 ribu, salah satunya menurunkan angka kemiskinan.
Selain itu, dapat meningkatkan kesehatan sekaligus menunjang pendidikan anak.

Sebab kalangan anak remaja usai sekolah SMP hingga SMA-SMK di Timika keranjingan merokok.

“Jadi kalau rokok mahal dapat menurunkan tingkat konsumsi rokok di kalangan remaja dan juga rumah tangga miskin. Ini sangat logis karena 70 persen konsumsi rokok justru menjerat rumah tangga miskin. Kasihan kan. Kalau orang tuannya hanya petani dengan penghasilan pas-pasan bahkan kurang, tapi anaknya pecandu, ini kan menjerat” kata Kadispendabud Mimika Jeni O. Usmany kepada Timika eXpress di Jalan Budi Utomo, Senin  kemarin.

Jeni pun menyebut, manfaat lainnya adalah menurunnya konsumsi rokok di rumah tangga miskin akan berefek positif bagi kesejahteraan dan kesehatan mereka sehingga dana untuk membeli rokok langsung bisa untuk membeli bahan pangan atau untuk kebutuhan pendidikan anak.

Disebutnya, kalau harga rokok lebih mahal, orang tidak akan membeli atau mengurangi konsumsi rokok, termasuk remaja dan anak-anak. Tapi menghapus (konsumsi rokok) tidak bisa,” ucapnya.

Syaratnya, kata Jeni, pemerintah harus mengeluarkan aturan pelarangan rokok dijual eceran atau ketengan.

Bahkan pemerintah nantinya harus bertanggung jawab jika terjadi maraknya peredaran rokok ilegal akibat kenaikan harga rokok.

Pemerintah pun harua tegas lakukan penegakan hukum dan memberantasnya secara masif. Jadi saya sangat setuju dengan wacana pemerintah menaikan harga rokok untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menjadikan generasi muda lebih kreatif dan inovatif.

“Kalau dampak terhadap dunia pendidikan sangat nyata. Karena dengan harga rokok capai Rp50 ribu, anak-anak sekolah berpikir, apalagi kalau uang jajan terbatas diberikan orang tua. Kita tahu, hancurnya pendidikan salah satunya juga karena efek dari rokok,” jelas Jeni.

Sementara itu, salah satu warga yang mengaku perokok aktif,  Sugeng Arianto kepada Timika eXpress mengatakan, kenaikan harga rokok berdampak positif bagi perokok aktif, karena akan mengurangi konsumsi merokok.

“Mungkin selama ini biasa habiskan dua bungkus, mungkin dikurangi sehari hanya satu bungkus saja. Karena kalau kita yang kerja serabutan gini mana mungkin bisa. Palingan dikurangi m’ba,” kata Sugeng.

Menurut dia, kalau berhenti merokok sekaligus, saya pun mungkin tidak bisa. Tetapi kalau kurangi mungkin,” tukasnya.(a10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.