Kadinkes Berhentikan Tiga Kepala Puskesmas

TIMIKA, TimeX Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika Philipus Kehek telah memberhentikan Kepala Puskesmas Atuka Hj. Harjni. Jabatan itu sekarang diisi oleh Guntoro yang sebelumnya menjabat sebagai staf di Dinkes. Dalam waktu dekat akan diroling lagi dua kepala puskesmas namun Philipus enggan meyebutkan nama kedua orang itu, sebelum ada rekomendasi dan petunjuk dari bupati. “Nama-nama sudah ada dan akan saya ajukan alasan pemberhentian kepada bupati,” ujar Philipus saat ditemui Timika eXpress di Kantor Pusat Pemerintahan, SP 3, Kelurahan Karang Senang, Senin (22/8).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika Philipus Kehek

TIMIKA, TimeX

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika Philipus Kehek telah memberhentikan Kepala Puskesmas Atuka Hj. Harjni. Jabatan itu sekarang diisi oleh Guntoro yang sebelumnya menjabat sebagai staf di Dinkes.

Dalam waktu dekat akan diroling lagi dua kepala puskesmas namun Philipus enggan meyebutkan nama kedua orang itu, sebelum ada rekomendasi dan petunjuk dari bupati. “Nama-nama sudah ada dan akan saya ajukan alasan pemberhentian kepada bupati,” ujar Philipus saat ditemui Timika eXpress di Kantor Pusat Pemerintahan, SP 3, Kelurahan Karang Senang, Senin (22/8).

Menurut Philipus, pemberhentian kepala puskesmas ini dilakukan atas dasar yang kuat. Pihak Dinkes sudah lama mendengar laporan dari berbagai pihak, dan langsung turun melakukan survei ke kampung-kampung. “Ke depan kalau masih ada kepala puskesmas yang malas akan kita berhentikan,” tegasnya.

Selain kepala puskesmas, sanksi ini akan diberlakukan juga kepada petugas kesehatan lainnya yang tidak bertanggunjawab dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Sementara Ketua Komisi C DPRD Mimika Nurman Karupukaro mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kadinkes. Menurutnya jika ingin memaksimalkan pelayanan kesehatan di kampung-kampung, harus menempatkan petugas kesehatan yang mampu bekerja dengan hati dan mempunyai semangat pengabdian. “Yang tidak mau kerja istirahat saja. Masih banyak tenaga kesehatan, seleksi dengan baik dan tempatkan orang yang bertanggungjawab dan punya semangat melayani,” kata Nurman.

Ia berharap hal serupa bisa diberlakukan juga kepada kepala sekolah dan guru-guru yang mangkir dari tempat tugas dalam jangka waktu yang lama.
“Kalau ingin benahi pendidikan di kampung-kampung guru-guru malas diberhentikan saja. Ganti dengan guru yang mau serius kerja,” tandas politis Partai Gerindra ini.(a13/epy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.