Wabup: Jalan Cenderawasih Harus Jadi Prioritas DPU

TIMIKA, TimeX Proyek pelebaran Jalan Cenderawasih yang telah dimulai sejak beberapa pekan kemarin harus menjadi prioritas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Mimika. DPU harus mengoptimalkan jangka waktu pengerjaan proyek karena Jalan Cenderawasih adalah jalur protokoler.

Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang

DPU Akan Perbaharui Kontrak

TIMIKA, TimeX

Proyek pelebaran Jalan Cenderawasih yang telah dimulai sejak beberapa pekan kemarin harus menjadi prioritas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Mimika.

DPU harus mengoptimalkan jangka waktu pengerjaan proyek karena Jalan Cenderawasih adalah jalur protokoler.

“Saya minta Dinas PU lebih prioritaskan Jalan Cenderawasih, ketimbang Jalan Hasanuddin yang proyeknya sudah hampir tujuh bulan berjalan,” ungkap Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang saat dikonfirmasi Timika eXpress di Kantor Badan Lingkungan Hidup, Kamis (8/9) kemarin.

Ia menegaskan pula, DPU harus membuat program prioritas, sehingga tahu pasti mana yang harus didahulukan.

“Jangan sampai yang utama diabaikan. Saya heran dengan pekerjaan proyek Jalan SP V sudah lebar dan akan dibuatkan pembatas jadi dua jalur. Yang mau saya tekankan, SKPD dalam membuat program, khususnya bidang fisik, harusnya perhatikan kebutuhan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas.

Jalan Cenderawasih ini tiap hari ratusan hingga ribuan orang gunakan jalan ini. Jadi harus diprioritaskan,” saran Wabup Bassang.

Tidak hanya itu, Wabup Bassang pun menilai realisasi proyek dari DPA Dinas PU yang dikerjakan PT Fajar Utama Mandiri Jaya  selaku kontraktor dan PT Kurnia Jaya selaku subkontraktor terkesan lamban.

“Ini harus jadi perhatian, jangan sampai proyeknya molor lagi,” tegasnya.

Untuk diketahui, proyek pelebaran Jalan Cenderawasih sepanjang enam kilometer ini menghabiskan anggaran sekitar Rp50 miliar.
Pelebaran jalan protokoler ini dimulai dari depan Gereja Katedral Tiga Raja Timika hingga Timika Jaya (SP2), tepatnya di pertigaan Kuala Kencana-Limau Asri (SP5).
Sebelum itu, Bagian Pertanahan Pemkab Mimika telah melakukan sosialisasi dengan mengundang pemilik lahan dan bangunan yang terkena imbas pekerjaan pelebaran jalan tersebut.
Pemkab Mimika mengalokasikan anggaran lebih dari Rp3 miliar untuk biaya ganti rugi tanaman dan bangunan yang terkena imbas proyek tersebut.
Kepala DPU Dominggus Robert Mayaut sebelumnya mengatakan, sesuai rencana awal ruas Jalan Cenderawasih Timika yang akan diperlebar itu panjangnya lebih dari enam kilometer.
Namun, Dinas PU Mimika akan melakukan pembaharuan kontrak mengingat dalam desain awal tidak dimasukan pekerjaan pemasangan box calver ke jalan lorong atau pekarangan rumah dan bangunan milik warga.
“Saat desain awal kami tidak masukan box calver yang dipasang di lorong-lorong atau rumah-rumah warga. Terpaksa kami kurangi volume timbunan sirtu ke pengadaan box calver. Tidak mungkin kami membiarkan tidak ada jalan masuk ke lorong-lorong atau bangunan milik warga karena dibongkar. Konsekuensinya, kita harus perbaiki kembali supaya bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.
Khusus dari depan pertigaan Gereja Katedral Tiga Raja Timika hingga ke pusat perbelanjaan Galael, nantinya Dinas PU Mimika berencana akan memasang penuh box calver di pinggir kiri dan kanan jalan tersebut.
Warga Mengeluh
Ironisnya, meski sebelum proyek dijalankan sudah dilakukan sosialisasi dengan warga masyarakat yang terkena dampak pelebaran Jalan Cenderawasih, tetap saja adanya keluhan warga.

Seorang pemilik rumah makan tenda di kawasan tersebut mengaku rugi sejak dimulainya proyek Jalan Cenderawasih.

Muh. Mujiwo mengaku pendapatan dari usaha warung makan setelah adanya proyek ini menurun.

“Biasanya setiap malam ramai, tapi mulai ada proyek  ini pendapatan menurun. Biasanya saya mulai buka dari jam lima sore sampai jam 12 malam. Sekarang hanya sampai jam sebelas karena sepi pengunjung,” papar Mujiwo kepada Timika eXpress di Jalan Cenderawasih, Kamis (8/9).

Menyikapi itu, Mujiwo mengaku sedang mencari lokasi baru untuk berjualan.

Kondisi serupa juga dialami Hermawan Budianto, pemilik salah satu kios di Jalan Cenderawasih.

Hermawan juga mengaku pendapatan dari jualan kios mulai menurun sejak adanya pelebaran Jalan Cenderawasih.

“Kita harap adanya ganti rugi sesuai kesepakatan harus dipenuhi Pemda. Yang jelas kami rugi dengan proyek ini,” tukasnya. (a14/a10)

1 Comment

  1. yaro

    13 August 2018 at 12:24 AM

    proyek bleh berjalan tetapi hutang pemerinta daera belum diselesaika ni meyankut hutang sengketah hak wilaya terutama hak wilayah ibu abina yg sdh di banggun SMA negeri 1 nawaripi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.