Mantan Presdir Freeport Armando Mahler Tutup Usia

Armando Mahler, mantan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) tutup usia, Kamis (17/11) sekitar pukul 17.30 WIB

Armando Mahler, mantan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) tutup usia, Kamis (17/11) sekitar pukul 17.30 WIB

JAKARTA, TimeX
Armando Mahler, mantan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) tutup usia, Kamis (17/11) sekitar pukul 17.30 WIB. Khabar ini tentu menjadi duka mendalam bagi keluarga besar PTFI, yang adalah perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang pernah dipimpin almarhum.
Ayah tiga anak itu diduga terkena serangan jantung setelah menjalani perawatan medis di RS. Medika Serpong, Jakarta.
Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka di Pondok Indah Jakarta.
Menurut rencana, almarhum akan dimakamkan pada hari ini, Senin (21/11) di tempat pemakaman San Diego Hills, Kavling Muslim Isya L 35 No.5 pukul 12.00 WIB.
Rencana perarakan jenazah dari rumah duka, Metro Alam IV Blok PE 19-20,Pondok Indah pukul 10.00 WIB pagi ini.
Almarhum adalah alumnus Jurusan Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya dikenal sebagai sosok perantau yang sukses karena 25 tahun berkarir di industri tambang emas tersebut.
Pria kelahiran Palembang 3 Maret 1955 memulai sukses “tidak sengaja” karena awalnya hanya ingin bekerja kantoran sebagai pegawai Departemen Pertambangan seperti teman-temannya yang lain.
Mengawali karir sejak 1982 bermodal sebuah lamaran kerja, Armando merantau ke Jakarta dan melamar di salah satu direktorat Pertambangan untuk menyalurkan mimpinya sebagai pegawai kantoran.
Setahun melamar dan menunggu panggilan kerja dari Depertemen pertambangan namun tidak kunjung membuahkan hasil, Armando yang saat itu tidak mengetahui PT Freeport iseng mengirimkan lamaran ke PT Freeport dan lamarannya akhirnya membuahkan hasil.
Armando lulus tes dan diterima oleh PT Freeport dan langsung dikirim ke lapangan untuk mengikuti pelatihan di lokasi tambang di Papua.
Perjalanan Armando memimpin PT Freeport Indonesia tidaklah mulus tanpa liku. Awal karirnya pria asal Kayuagung Sumatera Selatan itu sempat frustasi dan ingin berhenti karena pelatihan yang diikutinya begitu keras.
Pelatihan yang dijalani Armando jauh dari pekerjaan yang dibayangkannya, berada di belakang meja, dengan baju dan kemaja rapi serta ruangan be AC.
Pekerjaaan yang harus dijalaninya justru menguras tenaga dan keringat karenaa bekerja di lapangan. Pekerjaan yang dilakukan yakni mengebor, mengangkat peralatan besi, membawa bahan peledak, menjalankan mesin, dan lain-lain atau lebih layak disebut kuli.
Banyangan pekerja tambang dan migas bergemilang uang, pakaian bagus, rumah mewah dan mobil bagus seperti yang dibanyangkannya saat kuliah jauh berbeda 180 derajat.
Bayangan hidup mewah dan mapan itu dia dapatkan saat melakukan praktek kerja lapangan di Sulawesi Tenggara sehingga bayangan itulah yang mengantarkannya merantau ke ibukota.
Keputusaan Armando semakin menjadi saat tiga bulan bekerja di Papua dia menerima panggilan kerja dari departemen pertambangan yang ditunggunya selama ini.
Namun niatnya kembali ke Jakarta diurungkan dan menguatkan tekat sukses di tanah Papua.
Karis Armando di PT Freeport pun tidaklah mulus dan seindah saat berada dipuncak kekuasaan.
Usai menjadi “kuli”, dua tahun Armando naik pangkat menjadi supervisor tapi tujuh tahun kemudian karirnya sempat mandek.
Armando dikenal sebagai sosok setia kawan. Hal ini terbukti karena Armando pernah berkelahi dengan atasan karena membela temannya.
Perkelahian itulah disinyalir menyebabkan karirnya sempat mandek karena dinilai beretika buruk.
Belajar dari pengalamannya itulah Armando kemudian menata tingkah lakunya agar lebih baik dan berpikir dulu sebelum bertindak.
Usaha giginya yang tidak pantang menyerah akhirnya membuat karirnya terus menanjak dan puncaknya menjadi Presiden Direktur PT Freeport sejak tahun 2006. (sep/vis)

1 Comment

  1. johnny muliadi

    21 July 2018 at 1:17 AM

    armando adalah temanku sejak kecil di palembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.