Taring PDIP Tajam, Asmat Bergelimang Proyek Provinsi

ASMAT, TimeX Jumlah kursi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Propinsi Papua bisa dihitung dengan jari.

Edoardus Kaize, S.Ag

ASMAT, TimeX
Jumlah kursi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Propinsi Papua bisa dihitung dengan jari. Meski kursinya sedikit, anggota dewan yang menempati kursi tersebut, taring-taringnya sangat tajam menggolkan sejumlah proyek vital dari Provinsi Papua tahun anggaran 2017 ini bagi masyarakat Asmat.

“Saya sangat bangga taring teman-teman PDIP sangat tajam. Mereka bisa membedah APBD Propinsi Papua ketika dibahas di DPRP Papua. Hasilnya, beberapa proyek fisik yang sangat erat dengan kebutuhan masyarakat Asmat lolos,” kata Wakil Ketua I DPRP Propinsi Papua, Edoardus Kaize, S.Ag menjawab media ini, ketika ditanyai soal perjuangan meloloskan anggaran penambahan perpanjangan Bandar Udara Ewer 50 miliar rupiah dan proyek bantuan air bersih untuk masyarakat Asmat, di Kediamannya di Jalan Yos Soedarso Asmat, Rabu (4-2).

Dia menjelaskan, teman-teman PDIP di DPRP Papua ketika membedah APBD Propinsi Papua 2017, anggaran dari Dinas PU dan Dinas Perhubungan dialihkan masing-masing 20 miliar rupiah. Total dana yang dialihkan dari dua dinas 40 miliar rupiah. Lalu, Gubernur Propinsi Papua, Lukas Enembe menambah 10 miliar rupiah. Sehingga, total dana bantuan Propinsi Papua untuk pengembangan Bandar Udara Ewer sepanjang 200 m2 itu 50 miliar rupiah. “Kami sudah berjuang mengalihkan dana 40 miliar rupiah. Lalu, Gubernur Papua sampaikan kepada saya. Adik, saya tambah 10 miliar rupiah, supaya genap 50 miliar rupiah. Dan proyek bantuan air bersih akan diproses dari air asin menjadi air yang layak dikonsumsi warga masyarakat,” kata Kaize yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Propinsi Papua itu.
Selain itu, ia menyebutkan, di luar dua proyek tersebut, ada proyek ruas jalan komposit di YKPA I dan YKPA II untuk di Pusat Ibu Kota Asmat. Di Distrik Atj juga mendapat bantuan proyek ruas jalan komposit.

Ruas jalan itu untuk menghubungkan, tempat dimana Pemda Asmat berencana membangun Rumah Sakit Umum (RSU) type C di Distrik Atj. “Saya lupa masing-masing proyek itu nilainya berapa,” ujarnya.
Pernyataan Wakil Ketua I DPRP Propinsi Papua ini sejalan dengan apa yang disampaikan Bupati Asmat, Elisa Kambu S.Sos kepada Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah X Papua, Paryono. Saat itu, ia menjelaskan, rencana pengembangan Bandar Udara Ewer dari panjang 1.200 m2 supaya bisa didarati pesawat jenis ATR Oktober 2017. Pemda Asmat mengucurkan dana dari APBD murni anggaran tahun 2016 senilai 151 miliar rupiah untuk 30 m2 x 600 m2 dengan sistim timbun, cor dan pengaspalan. Tahap kedua, landasan pacu lama dengan sistim tikar baja akan dibongkar, diganti dengan landasan sistim cor dan pengaspalan juga dibiayai dari APBD murni Kabupaten Asmat tahun anggaran 2017, 30 m2 x 600 m2.

Total panjang landasan pacu sistim timbun, cor dan pengaspalan itu 1.200 m2. Bantuan dari Gubernur Propinsi Papua 30 m2 x 200 m2 sebesar 50 miliar rupiah. Maka panjang landasan pacu yang diharapkan bisa didarati pesawat jenis ATR pada saat pesta budaya bulan Oktober 2017 itu 1.400 m2. “Saya berharap seperti itu,” jelasnya singkat. (del)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.