Bentrok Napi, Satu Tewas, Satu Kritis

Keluarga Korban Tewas Tuntut Pertanggungjawaban Pihak Lapas

TIMIKA, TimeX Lapas Kelas II B Timika di Kampung Naena Muktipuira SPVI kembali jadi angker. Ini setelah bentrok dua orang narapidana (Napi) berawal dari adu mulut berujung maut.

Korban Kanisius Kocu saat dievakuasi dari kamar jenasah RSMM

TIMIKA, TimeX

Lapas Kelas II B Timika di Kampung Naena Muktipuira SPVI kembali jadi angker.

Ini setelah bentrok dua orang narapidana (Napi) berawal dari adu mulut berujung maut.

Kanisius Kocu yang terlibat bentrok dengan Frengky Simonpiaref dinyatakan tewas seketika akibat dihamtam dengan batu dibagian kepala oleh rivalnya Frengky Simonpiaref.

Bentrok yang mengejutkan petugas Lapas waktu itu terjadi di ruang tahanan nomor 10 Lapas Kelas IIB Timika, Minggu (8/1) sekitar pukul 00.30 WIT dinihari kemarin.

Dari kejadian itu, Frengky S, napi kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur juga dinyatakan kritis akibat luka tikam pada dada kanan oleh Kanisius Kocu, napi kasus penganiayaan pada bentrok waktu itu.

Kejadian tersebut lambat ditangani petugas piket, sebab datangnya petugas ke ruang tahanan, kedua napi sudah dalam keadaan tergeletak tidak berdaya.

Kedua napi saat itu juga langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM).

Hanya saja, Kanisius Kocu dinyatakan tewas setibanya di RSMM karena benturan keras serta banyak mengeluarkan darah dari kepala korban.

Sedangkan Frengky Simonpiaref dinyatakan kritis, usai mendapat pertolongan di RSMM, selanjutnya pada Minggu (8/1) siang dirujuk ke RSUD Mimika untuk tindakan medis lebih lanjut.

Pelaksana Harian (Plh) Lapas Kelas IIB Timika, Munir Kossah, kepada wartawan saat ditemui Minggu sore kemarin di Lapas Timika, menerangkan, sebelum naas terjadi, kedua napi tersebut sempat adu mulut adu mulut.

“Kami belum tahu apa motifnya. Hanya kejadian awal mereka dua terlibat adu mulut biasa hingga tersulut emosi sampai berkelahi. Kanisius Kocu yang dipukul lebih dulu tidak terima langsung lari ke kamarnya ambil pisau dan kembali menikam Frengky S. Frengky dengan postur tubuh lebih besar dari Kanisius dengan kalap mata terus memukuli  Kanisius dengan batu pada kepala korban hingga jatuh tergeletak,” cerita Munir.

Untuk mengetahui pasti sebab konflik kedua napi, pihak Lapas menunggu pulihnya Frengky untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Menurut Munir, kejadian awal diketahui salah seorang warga binaan bernama  Dominikus Resbal.

Saksi Dominikus waktu itu berusaha melerai, namun ia pun dipukuli batu.

Dominikus kemudian melaporkannya ke petugas piket di bangunan utama.

Dua petugas yang merespon mengaku kaget, sebab mendapati kedua napi sudah tidak berdaya dan tergeletak di lantai kamar tempat kejadian perkara.

Saat itu juga petugas Lapas kerlas II B langsung mengambil mobil ambulance dan mengevakuasi kedua napi naas tersebut ke RSMM.

“Tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Jam enam sore saya masih bercanda dengan korban Kanisius. Kurang lima menit jam 12 baru saya pulang dari kantor. Sampai di rumah selesai makan, anggota saya telepon. Pak segera ke rumah sakit, ada perkaliahan antara dua warga binaan, satu tewas satu kritis,” ungkap Munir.

Kasus tewasnya Kanisius Kocu menambah daftar buruk sistem pengawasan di Lapas Timika.

Kanisius Kocu  merupakan warga binaan Lapas Kelas IIB Timika sejak tahun 2014 dalam perkara penganiayaan dengan divonis lima tahun penjara.

Sedangkan Frengky Simopiaref terlibat dalam kasus perlindungan anak, divonis 12 tahun penjara dan mulai menjalani masa hukuman tahun 2014 lalu.

Kapolres Mimika, AKBP Victor Dan Mackbon setelah mendapat informasi adanya kejadian itu terus bergegas menuju Lapas.

Di Lapas, Kapolres pun langsung menemui keluarga korban dan meminta agar kasus kematian Kanisius Kocu sepenuhnya diserahkan penanganannnya ke pihak kepolisian.

“Saya minta kita sama-sama jaga keamanan Lapas Kelas IIB Timika karena merupakan obyek vital negara. Usai berdialog dengan keluarga korban Kanisius dan menerima penjelasan dari Munir Kossah Kapolres Mackbon langsung menuju RSMM untuk melihat jenazah Kanisius dan Frengky yang masih menjalani perawatan medis di RSMM.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mimika, Dionisius Vox Dei Paron Helan,SIK kepada Timika eXpress, Minggu  kemarin membenarkan adanya kejadian naas ini.

Terkait proses hukum lanjut kasus tersebut, pihaknya telah melakukan olah TKP awal, termasuk memeriksa dan memintai keterangan dari sejumlah warga binaan maupun petugas Lapas yang melaksanakan piket waktu itu.

“Kami juga belum pastikan motif kasusnya, karena menunggu keterangan dari pelaku Frengky S pulih,” tandasnya.

 

Keluarga Kanisius Tuntut Pihak Lapas Tanggung Jawab

Kasus kematian Kanisius Kocu membuat pihak keluarga korban menuntut pertanggungjawaban pihak Lapas Kelas IIB Timika.

Sedikitnya 50 warga yang merupakan keluarga korban mendatangi Lapas Kelas IIB Timika di SP VI pada Minggu (8/1) sekitar pukul 08.52 WIT.

Kedatangan puluhan warga waktu itu disambut Plh Lapas Kelas IIB Timika, Munir Kossah didampingi Kapolsek Kuala Kencana, AKP Junan  Plitomo.

Kepada keluarga korban, Munir menyampaikan rasa duka cita. Ia pun menjelaskan bahwa almarhum selama menjalani masa tahahan telah menunjukkan perilaku yang baik.

“Kemarin sore pukul enam sore, almarhum minta izin keluar untuk ketemu keluarga di Timika dan saya izinkan karena almarhum menunjukan kelakuan baik,” jelas Munir kepada keluarga korban.

Ia pun mengaku, bahwa tugas Lapas Kelas IIB Timika adalah menjaga dan membina warga binaan  atas vonis pengadilan. Namun sayangnya, dari sisi personel dan fasilitas, Lapas Kelas IIB Timika tidak memenuhi standar sejak dibangun sejak tahun 2001. Ini yang jadi keterbatasan kami, tapi kami tetap upaya untuk memperbaikinya.

Sambungnya, biaya rumah sakit hingga pemakaman almarhum akan menjadi tanggung jawab pihak Lapas Kelas IIB Timika.

“Kami juga akan serahkan uang duka kepada keluarga korban,” tandasnya. (a21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.