Tidak Dapat Insentif, SDI Aikawapuka Dipalang

TIMIKA, TimeX Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD Inpres Aikawapuka, Distrik Mimika Timur Tengah sejak masuk liburan Tahun Baru 2017 belum ada aktivitas.

SD Inpres Aikawapuka

Kadispendabud Belum Dapat Laporan

TIMIKA, TimeX

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD Inpres Aikawapuka, Distrik Mimika Timur Tengah sejak masuk liburan Tahun Baru 2017 belum ada aktivitas.

Ini dikarenakan enam ruang kelas di SD tersebut dipalang oleh seorang guru honor bernama Mikael Mitoro sejak tanggal 4 Januari 2017 sekitar pukul 08.00 WIT belum dibuka hingga Selasa kemarin.

Aksi pemalangan dengan kayu dan papan yang dipaku menghalangi pintu masuk ruangan kelas karena yang bersangkutan tidak diakomodir menerima dana insentif tahun 2016.

“Saya palang ruang kelas karena saya kesal dengan Kepala Sekolah. Masa saya guru putra asli yang sudah mengabdi tidak diperhatikan. Sementara penjaga sekolah, namanya Yonas Workaipukaro dapat insentif. Ini yang saya pertanyakan,” jelas Mikael kepada Timika eXpress di Jalan K.H Dewantara, Selasa (10/1).

Terkait hal ini, Mikael telah menanyakannya langsung ke Philipus selaku Kepala Sekolah SDI Aikawapuka.

Hanya saja jawaban dari Philipus tidak memuaskan, meski penjaga sekolah telah menyampaikannya secara terbuka kepada Mikael.

Dengan status sebagai honor sekolah sejak Januari 2014 silam, Mikael menyayangkan sikap pimpinan civitas pendidikan setempat. Sebagai lulusan Kolose Pendidikan Guru dengan mengantongi akta mengajar sesuai kualifikasi, nasibnya harus diperjuangkan.

“Kami yang setiap hari bertugas tidak diperhatikan, malah orang yang sama sekali tidak ada hubungan malah dapat insentif. Ini yang akan saya adukan ke kepala dinas sehingga semuanya jelas. Ini juga harus jadi perhatian dinas, karena kepala sekolahnya juga jarang ke tempat tugas. Mungkin dengan lima guru PNS, 3 guru kontrak ditambah 1 guru bantu dan saya (Mikael-Red) guru honorer dirasa cukup sehingga hal-hal terkait operasional sekolah tidak diperhatikan serius.

Ini sudah sering kami sampaikan ke pengawas sekolah saat berkunjung ke SD Aikawapuka, hanya saja tidak ada tindak lanjut,” jelasnya.

Mikael menambahkan, perjuanganya sampai ke Timika hanya mau agar persoalan-persoalan yang dihadapi guru-guru di pedalaman maupun di pesisir yang jarang dijangkau mendapat perhatian serius.

“Masalah ini, tadi kepala sekolah telepon ke bapak saya. Dia (kepala sekolah-Red) minta ketemu, tapi saya suruh bapak sampaikan kalau saya ketemu berarti harus bayar insentif yang saya perjuangkan. Saya bicara itu tapi dia tidak lanjut dan tutup telepon,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mikael menyatakan akan membeberkan semua kebobrokan yang dilakukan kepala sekolah setempat, termasuk masalah pencairan dana BOS yang disinyalir tidak transparan.

“Saya mau ini biar semua jelas,” tukasnya.

Kadispendasbud Belum Terima Laporan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Kadispendasbud) Kabupaten Mimika, Jeni Ohestina Usmany mengaku belum menerima laporan terkait aksi pemalangan di SD Inpres Aikawapuka.

“Jika hal itu benar, maka saya akan panggil kepala sekolahnya dan pertanyakan masalahnya. Kalau alasan karena pembayaran insentif, kenapa sudah dibayarkan baru ada masalah. Kenapa waktu lalu tidak dipalang,”tanya Jenny saat ditemui Timika eXpress di Kantor Pusat Pemerintahan, Selasa (10/1).

Dijelaskannya, jika rekrutmen guru langsung dari sekolah dan tidak terdaftar di dinas, maka tidak diakomodir menerima insentif.

“Nanti saya cari tahu kebenarannya dulu dengan panggil kepala sekolah dan gunru yang lakukan pemalangan supaya jelas. Karena masalah insentif kita mulai perbaiki di tahun 2017, supaya tidak lagi bermasalah” tegasnya.

Ia mengakui bahwa hingga kini belum dilakukan identifikasi untuk memperbaiki validasi data.

“Yang kita akomodir kemarin itu yang sudah di SK kan berdasar verifikasi dari sekolah ke dinas yang kemudian diajukan ke bagian keuangan untuk pencairannya. Kemarin kami mau patokan Perbup, tetapi serba salah. Kami mau 2017 ini benar-benar harus sesuai aturan dan data resmi berdasarkan ijasah. Istilahnya Negara keluarkan uang hasilnya harus ada,” tukasnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.