Pemda Asmat Prioritaskan Prasarana Dasar Perkotaan

ASMAT, TimeX Pemerhati masalah perencanaan kota dan daerah,  Ir. Max Apituley, MT  menilai Pemerintah Daerah (Pemda) Asmat jika ingin mendorong kemajuan Asmat ke depan, harus

Salah satu perbaikan jalan di Kabupaten Asmat.

“Saya melihat antar wilayah saja mati apalagi keluar. Saya ambil contoh sederhana ya, barang kebutuhan tidak ada,  maka akan mengajak masyarakat mencuri,” katanya.

 

ASMAT, TimeX

Pemerhati masalah perencanaan kota dan daerah,  Ir. Max Apituley, MT  menilai Pemerintah Daerah (Pemda) Asmat jika ingin mendorong kemajuan Asmat ke depan, harus memprioritaskan perencanaan kota yang memiliki prasarana dasar perkotaan.

Prasarana dasar perkotaan itu, diantaranya, PLN, Telkom, Transportasi (Darat, Laut dan Udara), Persampaan dan kebutuhan air bersih.

“Itu beberapa faktor kunci dalam perencanaan kota yang baik dan maju. Jika prasarana dasar perkotaan tidak tersedia.  Perkembangan kota tidak akan maju kalau tidak mau disebut kota mati,” katanya kepada media ini ketika ditanyai soal pengelolaan sampah plastik dari kemasan minuman aqua dan mi instan yang berserakan dimana-mana di Pusat Ibu Kota Asmat, daerah pasar dan permukiman warga masyarakat, di ruangan kerjanya di Pemda Asmat, Rabu (11-1).

Dia menyebutkan menyoroti masalah sampah itu sangat menarik, karena, persampahan termasuk dalam faktor perencanaan prasarana dasar perkotaan. “Saya akan jelaskan satu persatu. Sebab, antara satu prasarana dasar perkotaan dengan yang lain saling keterkaitan,” ujar magister tehnik yang memiliki spesialisasi dalam perencanaan kota dan daerah itu.

Dikatakannya, PLN sangat berperan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Apa bila listrik tidak ada atau pun ada hanya bisa terang beberapa jam, dampaknya sangat besar. Pengaruhnya sangat besar dalam semua lini kehidupan sosial masyarakat. Ia mencontohkan, listrik tidak ada maka kebutuhan BBM meningkat. Kota akan menjadi kota mati.

Telkom, dia menjelaskan, apa bila tidak ada atau pun misalnya hanya resolusinya rendah sangat sulit mengakses informasi dan teknolgi. Era sekarang, Telkom tidak ada, untuk mempromosikan potensi daerah, supaya invenstor bisa masuk tiak bisa. Kecendrungan kota seperti ini lambat berkembang.

Mengenai sampah, dia menyebutkan, sadar atau tidak sadar, Asmat ini sejak dari Distrik, pemekaran kabupaten hingga kabupaten definitif, dampak sampah tidak dikelola sedemikian rupa. Maka, wilayah Kota Asmat ditutupi dengan sampah plastik. Dampaknya, terhadap lingkungan, kalau sampah plastik sudah menutup permukaan tanah. Sampah plastik bisa membunuh seluruh organisme, bahkan membunuh habitat yang disekitarnya. Akibat lain, ketika air pasang surut akan membawa sampah baru atau sampah lama akan keluar masuk. “Itu sangat merusak lingkungan hidup,” ujarnya.

Dikatakannya tentang kebutuhan sumber air, secara geologi, Kabupaten Asmat tidak memiliki kandungan air tanah. Asmat hanya memiliki air permukaan. Sehingga, upaya mendapatkan air bersih sangat sulit. Maka, kehidupan warga Asmat hanya mengandalkan air hujan untuk mendukung kegiatan MCK (Mandi, Cuci, Kakus). “Kita minum air aqua dampaknya menimbun sampah, ya khan,” ujarnya.

Dibidang transportasi, ia mengatakan, Kabupaten Asmat tidak memiliki moda transportasi darat. Transportasi darat sangat berpaengaruh terhadap perkembangan dan kemajuan kota (kemampuan arus barang dan manusia). Ketergantungan Asmat pada moda transportasi udara dan laut. Hal ini pun masih dibatasi oleh ketersediaaan infrastruktur dasar. Untuk mememecahkan isolasi dan aksesibilitas antar wilayah Distrik didalam Kabupaten Asmat maupun keluar Kabupaten Asmat. “Saya melihat antar wilayah saja mati apalagi keluar,” katanya.

Dampak prasarana dasar perkotaan tidak dikelola baik berpengaruh terhadap pola hidup masyarakat. Ia mencontohkan kalau transportasi sulit maka dampaknya harga barang melambung. Barang tidak ada merubah pola hidup orang secara sosial dan memicu konflik soaial. “Saya ambil contoh sederhana ya, barang kebutuhan tidak ada akan mengajak masyarakat mencuri,” katanya.

Solusi dari beberapa faktor tersebut, seperti PLN harus ada upaya meningkatkan status PLN. Jika sekarang statusnya ranting harus ditingkatkan ke status cabang atau rayon. Dengan demikian. setiap distrik bisa diupayakan menjadi Lisdes. Hanya, konsekuensinya, tergantung pada ling transportasi untuk ketersediaan BMM. Jadi, prasarana dasar perkotaaan sangat berpengaruh terhadap setiap sendi-sendi kehidupan masyarakat kota itu sendiri.

Pemda Asmat bisa mencari solusi soal Telkom dengan membangun  pendekatan kerja sama dengan Kementrian Menkominfo lewat “Moto Telkom kemerdekaan akses”.  Pendekatannya bisa dengan Kominfo Asmat membangun akses dengan Menkominfo Jakarta. “Saya ambil contoh yang ada didepan mata kita itu, WFI Nusantara di SD Suru. Masak SD Suru saja bisa, Pemda kok tidak bisa,” katanya.

Dia mengakui kalau transportasi, khususnya udara, Pemda Asmat sudah mulai mendorong Bandar Udara Ewer dan beberapa  Bandar Udara Perintis, seperti di Kamur, Obio dan Suru-suru. Laut, Dermaga Agats dan Atj sudah mulai dikembangkan, ini cukup bagus.

Persoalan sampah, ia mempertanyakan, adakah data yang telah didokumentasi menjadi data pemecahan untuk mengatasi sampah palstik di Asmat. Sampah palstik bersumber dari (kemasan aqua, kemasan mi instan, kantong plastik). Berapa banyak timbunan yang pernah dihitung dan diangkat ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS).  Kesulitannya lagi, apakah di tempat pembuangan TPS itu ada proeses lebih lanjut ataukah menampung sampah baru lagi yang akan didistribusi oleh air pasang surut. Ini Perlu diatasi segera oleh Pemda Asmat jika tidak mau menampung masalah besar di kemudian hari. Karena sampah palstik dampaknya terhadap perubahan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa manusia.

Dia menambahkan, soal transportasi darat bisa dengan perencanaan mempersiapkan di daerah-daerah yang memiliki dataran tinggi. Ia mencontohkan di Sagare, Distrik Joutu, Wos, Tomor, Kolabrasa dan Korowae Buluanop.  (del)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *