SMK N 3 Digembok Demianus Beanal

TIMIKA,TimeX Demianus Beanal yang mengkalim sebagai pemilik lahan kembali melakukan aksi menggembok pintu

PELAJAR – Ratusan pelajar SMK N 3 Kesehatan saat berada di luar pagar halaman sekolah karena pintu pagar digembok oleh Demianus Beanal pada Senin (16/1). Foto: Tanto/TimeX

TIMIKA,TimeX

Demianus Beanal yang mengkalim sebagai pemilik lahan kembali melakukan aksi menggembok pintu gerbang SMK Negeri 3 Kesehatan pada Senin (16/1) sekira pukul 07.00 WIT. Akibat aksinya itu sempat membuat ratusan pelajar sekolah itu kebingungan karena tidak bisa masuk sehingga mereka memilih berdiri berhamburan di pintu pagar bahkan sebagian lainnya berdiri di Jalan Cenderawasih. Karena banyak pelajar yang berdiri di jalan arus lalu lintas baik yang datang dari Timika menuju Kuala Kencana maupun sebaliknya sempat terganggu. Namun setelah 20 menit atau sekira pukul 07.20 WIT kemudian anggota Shabara dipimpin Kasat Sabhara Iptu Matheus Tangguate dan anggota Polsek Mimika Baru dibawah komando Kapolsek Mimika Baru Kompol I Gede Putra tiba di lokasi mengamankan situasi sekaligus mengurai kemacetan. Selanjutnya salah seorang guru membuka kembali gembok itu menggunakan martelo. Setelah berhasil siswa-siswi beramai-ramai masuk untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku melancarkan pemalangan karena menganggap lokasi itu belum dibayar oleh pemerintah kepadanya.

Kapolsek Mimika Baru Kompol I Gede Putra menuturkan terkait masalah itu setelah dipelajarinya dari dokumen-dokumen yang ada ternyata dari pihak Pemda Mimika sudah membayar.

Tetapi untuk mengantisipasi sekaligus memastikan benar atau tidak status tanah itu Putra, akan memanggil dan klarifikasi kembali kepada pelaku maupun pemerintah.

“Pelaku  yang memalangnya itu kita tidak amankan dan ini perlu kita telusuri lagi, dan akan dilakukan peretemuan kembali untuk menyelesaikan permasalahan ini sehingga kedepannya tidak menggangu aktifitas  belajar mengajar,” ujar Putra kepada wartawan di ruang kerjanya hari itu.

Sementara berdasarkan keterangan dari pihak sekolah persoalan lahan  tersebut sudah dibayarkan oleh Pemda sebesar Rp 3 milyar.

Oleh karena itu pihak sekolah tidak menginginkan hal ini terjadi lagi agar proses belajar tidak terganggu.

Terpisah, Kalina Beanal selaku pemilik tanah yang ditemui di kediamannya hari itu menjelaskan lokasi itu tidak ada orang lain yang berhak untuk melakukan pemalangan atas tanah tersebut selain dirinya.

Lokasi tanah Demianus Beanal (pelaku pemalangan) kata Kalina, berada di belakang sekolah yang berdekatan dengan lokasi bandara baru bukan di lokasi sekolah saat ini. “Itu kalau mau palang sekolah, pikir-pikir dulu tidak malu kah. Pergi palang-palang di orang pu tanah. Itu tanah saya,” ungkap Kalina. (a9/igs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.