Orbitkan Pemimpin Berkualitas dari Kampung

ASMAT, TimeX Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos dan Ketua Sinode GPI Papua, Pdt. W.Rumainum, S.Th dalam sambutan penutupan  Rapat Kerja (Raker) Klasis Papua Asmat mengingatkan kepada peserta Raker harus berupaya sekuat tenaga mengaplikasikan berbagai keputusan Raker,

Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos

ASMAT, TimeX

Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos dan Ketua Sinode GPI Papua, Pdt. W.Rumainum, S.Th dalam sambutan penutupan  Rapat Kerja (Raker) Klasis Papua Asmat mengingatkan kepada peserta Raker harus berupaya sekuat tenaga mengaplikasikan berbagai keputusan Raker,  yang mampu menghasilkan dan mengorbitkan ana-anak kampung bisa menjadi pemimpin-pemimpin daerah yang handal dan berkualitas ke depan.

“Saya harapkan tugas kita sebagai gembala umat dan Gereja mendorong Jemaat-Jemaat kita bisa menjadi peminpin berkualitas ke depan. Saya bangga, di kampung ini anak-anak Asmat sudah mampu tampil dalam forum-forum Raker seperti ini. Ini yang kita harapkan bersama dalam tugas kita sebagai gembala Jemaat. Maka saya sangat percaya Kampung Beriten akan melahirkan pemimpin yang tidak hanya bisa jago di Kampung sendiri. Tetapi bisa menjadi pemimpin di Toraja, Sumatra dan di Maluku. Kita belajar dari saudara-saudara kita dari Sumatra, Toraja dan Maluku bisa jadi gembal Jemaat di kampung ini,”  kata Kambu memotivasi peserta Raker dan Jemaat Kampung Beriten, Distrik Agats, Kabupaten Asmat  disambut tepuk tangan meriah peserta Raker, di GPI Jemaat Petra Beriten, Selasa (17/1) malam lalu.

Dia mengingatkan peserta Raker Klasis GPI Asmat, dibalik kehadiran Ketua Sinode Papua bisa bermalam bersama dengan seluruh peserta Raker, tersirat sebuah harapan besar keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam Raker GPI Klasis Asmat bisa mendorong anak-anak Asmat menjadi pemimpin daerah dikemudian hari. Namun, warga Kampung Beriten juga menjadikan moment ini sebagai titik  start untuk bangkit.

“Saya minta Warga Beriten tidak boleh pesimis dengan situasi sekarang. Sebaliknya, semua warga bangkit dengan cara bekerja keras dan berjuang untuk berubah. Jangan berpikir mudah dapat ikan, kepiting dan udang  disekitar kita. Dekat dengan sumber makanan sagu. Kita harus merubah pola pikir  dan kebiasaan masa lalu  dengan mempersiapkan masa depan melalui pendidikan dan mulai hidup dengan bercocok tanam. Kalau investor masuk dengan kapal troll angkat ikan, ikan habis semua. Lahan sagu dijadikan lahan pertanian. Kita susah. Maka kita dorong anak-anak sekolah dan mulai bercocok tanam,” katanya mengingatkan.

Senada dengan Bupati Asmat, Ketua Sinode GPI Papua, W. Rumainum, S.Th menegaskan,  keputusan-keputusan Raker selain berupaya mendorong mempersiapkan Jemaat yang berkualitas dalam iman dan ilmu pengetahuan serta menjadikan mereka pemimpin daerah ini. Keputusan-keputusan Raker harus bisa dilaksanakan. “Saya harapkan produk keputusan yang dihasilkan bisa dilaksanakan. Dan saya secara khusus berterima kasih kepada Bupati Asmat dan Wakil Bupati Asmat ikut menyukseskan Raker ini dengan bantuan berupa dana. Terima kasih pa bupati dan sampaikan salam hormat saya kepada Wakil Bupati Asmat,” katanya.

Penutupan Raker Klasis GPI Asmat itu diawali dengan upacara penutupan yang diawali dengan laporan Ketua Panitia Raker Klasis GPI Asmat, Paulus Jupitj dan ditutup secara resmi oleh Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos yang ditandai dengan pemukulan Tifa. Dan dilanjutkan dengan ibadah bersama yang dipimpin Pdt. Eva Paliama, S.Si. (del)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *