Lagi, Eksekutor Perampok Dibekuk di Makassar

TIMIKA,TimeX Jajaran Polres Mimika dibantu tim dari Polda Sulawesi Selatan kembali membekuk satu rekan almarhum Muh. Jihad Daeng Rani, yaitu Herman alias H, komplotan perampok uang dalam mobil milik Kaharuddin Bin Dahlan (47) pada Selasa (17/1) lalu di Timika.

pelaku pencurian Herman saat diamankan dari Makasar oleh Timsus Polres Mimika

Dari 20 TKP, Uang Hasil Rampokan Capai Rp2 Miliar

TIMIKA,TimeX

Jajaran Polres Mimika dibantu tim dari Polda Sulawesi Selatan kembali membekuk satu rekan almarhum Muh. Jihad Daeng Rani, yaitu Herman alias H, komplotan perampok uang dalam mobil milik Kaharuddin Bin Dahlan (47) pada Selasa (17/1) lalu di Timika.

Tim gabungan yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Dionisius VDP Helan berhasil membekuk dan mengamankan Herman selaku eksekutor perampokan uang Rp200 juta milik Kaharuddin.

Penangkapannya hanya berselang dua hari usai menembak mati almarhum Daeng Rani selaku penyandang dana komplotan perampok, Jumat (27/1) lalu di Jeneponto

Herman dibekuk di kediamannya di sekitar kawasan Pelabuhan Pangkep, Sulawesi Selatan, karena menurut informasi yang bersangkutan hendak kabur ke daerah Maros dan Barru.

Setelah dibekuk beberapa waktu lalu, Herman pun digiring ke Timika pada, Selasa (31/1) dinihari.

Dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin-Makassar dikawal ketat aparat kepolisian, Herman diterbangkan dengan Pesawat Sriwijaya Air-SJ588 dan tiba di Bandara Mozes Kilangin pukul 6:50 WIT pagi kemarin.

Dengan tangan diborgol dan mengenakan penutup muka (gasebo), Herman selaku eksekutor dari serangkaian aksi perampokan di Timika, bahkan di sejumlah daerah di Papua langsung dijebloskan ke sel tahanan Polres Mimika.

Dari pengejaran yang dilakukan tim gabungan Polda Sulawesi Selatan dan Polres Mimika, sudah dua tersangka, salah satunya adalah Daeng Rani yang telah tewas di tembak Polisi saat hendak kabur dari dalam mobil Polisi.

Masih ada dua rekan lain, yakni anak buah almarhum Daeng Rani.

Dari pengakuan Herman, kedua oknum yang sudah diidentifikasi identitasnya, yaitu berinisial  berinisial I dan W telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Masih tetap penyelidikan di lapangan, yang jelas kami tetap akan ungkap kasus ini,” janji AKP Dionisius.

Dionisius pun menjelaskan bahwa Daeng Rani merupakan otak dari komplotan pencurian barang berharga di dalam mobil yang merupakan kelompok jaringan pencurian lintas pulau Papua dan Makassar.

“Di Papua wilayah operasinya di Sorong, Jayapura, Wamena dan kota-kota lainnya di Papua,” jelasnya.

Sementara Herman mengakui perbuatannya dan telah melakukan pencurian dalam mobil sedikitnya 20 kali pencurian dengan nilai milyaran rupiah.

H  masih akan dimintai keterangan lebih lanjut oleh tim Reserse dan Kriminal Polres Mimika guna di lakukan pengembangan pengejaran tersangka lainnya.

Kepada penyidik H bersama komplotan mulai beroperasi sejak 2014 dan telah menyasar 20 TKP dengan berhasil merampok uang sekitar Rp2 miliar hingga dibekuk polisi akhir Januari 2017.

Dari tangan H, polisi juga mengamankan barang bukti berupa bukti transfer rekening uang hasil rampokan.

Ironisnya, dari pengembangan penyidikan, Herman juga mengaku pernah mencuri alat musik di rumah ibadah pada 2014 silam,”  jelas Dionisius.

Daeng Rani dan komplotan dinyatakan merampok secara sporadis karena tidak segan-segan menciderai korbannya.

Akhir kata, Dionisius menghimbau kepada masyarakat yang hendak membawa uang tunai dalam jumlah banyak hendaknya tidak segan-segan  meminta bantuan kepada kepolisian setempat karena tidak dipungut biaya. (a21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.