‘Om Togel Om’

TIMIKA,TimeX Tren sebutan 'om telolet om' bermula dari bunyi klakson mobil mendadak jadi viral di media sosial (Medsos) semisal facebook.

Oknum Dua Orang Penjual Togel Masih berjualan di Timika

Kapolda Diminta Tangkap Bandar Togel di Timika

“Pa Kapolda katanya berantas togel di Timika, tapi kenapa masih jalan. Sudah diatur semuanya di Polda, betul ka? Ini SMS dari yang sakit hati keluarganya masih di penjara”

TIMIKA,TimeX

Tren sebutan ‘om telolet om’ bermula dari bunyi klakson mobil mendadak jadi viral di media sosial (Medsos) semisal facebook. Bahkan guyonan teriakan ‘om telolet om’ pun diplesetkan jadi ‘om togel om’, sebagaimana pesan singkat yang diterima redaksi Timika eXpress dari nomor ponsel 0813 XXXX XXXX.

Pesan singkat dari nomor ponsel tersebut menuliskan ‘om togel om’ berantas tuntas, ini hanya bisnis kepentingan. Aparat harus tegas. Ini suara masyarakat.

Ada pula warga yang mengirim pesan melalui ‘WhatsApp’ menuliskan “Pa Kapolda katanya berantas togel di Timika, tapi kenapa masih jalan. Ini semua sudah diatur ka? Ini SMS dari yang sakit hati keluarganya masih di penjara”.

Harapan adanya perubahan di Timika ke arah yang lebih baik, ternyata bisnis haram judi toto gelap (Togel) di Kabupaten Mimika semakin marak. Anehnya, praktik judi togel dilakukan secara terang-terangan dan hampir ada di seluruh wilayah Timika, bahkan sampai ke Tembagapura.

Anehnya,  bandar judi togel yang diidentifikasi bernama Sinto A hingga Rabu kemarin masih menjalankan bisnis haram secara terbuka dan belum ada tindakan nyata dari aparat keamanan setempat mengambil tindakan tegas.

Seperti pantauan Timika eXpress disalah satu kios yang menjual kupon togel di Jalan Perintis, Timika Indah  cukup ramai dipadati warga. Nampak dua warga sedang menjual togel. Seorang pria dewasa nampak menjual, sedangkan seorang wanita lainnya sibuk merekap angka togel.

Bahkan, Timika eXpress yang mencoba masuk dan membeli kupon pun dilayani.

“Kalau mau beli masuk saja mas di dalam sini (kios -Red),”kata wanita paruh baya yang kala itu sibuk menjual togel.

Saat berbincang dengan Timika eXpress, wanita paruh baya itu pun menerangkan bahwa kupon togel yang dijual adalah milik bandar utama bernama Sinto A.

Selain judi togel, aksi judi yang kembali marak adalah judi kim di Lapangan Djayanti, Jalan Yos Sudarso dan di tempat lainnya.

Meski sudah ada komitmen dari 8 pengelola termasuk di arena judi kim Djayanti, namun bisnis haram tersebut tetap jalan. Lantas jadi pertanyaan, ini siapa yang piara?.

Menanggapi maraknya praktik judi togel dan kim, Ketua Komisi A DPRD Mimika, Saleh Alhamid mengecam segala bentuk perjudian di Timika, termasuk sabung ayam dan lainnya.

“Ini sangat merugikan warga Mimika karena akibat judi itu nanti menjurus kepada masalah rumah tangga,”kata Saleh.

Politisi Partai Hanura ini pun meyakini, kalau sampai sorotan di media massa juga tidak ada tindaklanjut atau sikap tegas dari aparat penegak hukum setempat, maka  diyakini ada oknum aparat yang membekingi praktik judi tersebut.

“Saya minta Kapolres cepat ambil tindakan tegas, tangkap bandar judinya langsung.  Jangan pengecernya, karena pengecer biasanya jadi korban,”  tegas Saleh.

Menurut Saleh, praktik judi togel dari jaman Kapolres sebelumnya sulit diberantas dan subur karena ada banyak kepentingan. Tentunya jadi tantangan Kapolres Mimika saat ini.

Senada dengan Saleh Alhamid, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat  (FKDM) Mimika, Lucky Mahakena menegaskan, selain bandar judi,  oknum aparat yang membekingi praktik judi di Timika pun harus ditangkap dan ditindak tegas.

Menurutnya, penegakan hukum positif harus dilakukan karena masalah togel sepertinya lebih pelik diatasi dari pada pembunuhan.

“Kami minta jadikan Mimika aman, damai dan sejahtera. Berantas togel dan praktik judi lainnya,” tegas Lucky.

Sementara itu, menyikapi maraknya praktik perjudian di Timika, Kapolsek Mimika Baru, Kompol I Gede Putra menyatakan akan mengambil langkah  tegas dengan mendatangi lokasi judi dan melakukan penindakan.

Kompol I Gede Putra saat ditemui Timika eXpress di Hotel Serayu, Rabu (1/2) kemarin menyatakan aktivitas perjudian yang telah meresahkan warga masyarakat sama sekali tidak diijinkan pihak Kepolisian.

“Kalau judi kim sudah ada kesepakatan. Resikonya tanggng sendiri kalau nanti ditangkap,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Kompol I Gede bahkan memastikan membongkar arena judi apabila imbauan Kepolisian tidak diindahkan.

“Nanti kita komunikasikan dengan Polres. Kita sudah sepakat dengan pengelola judi kim, kalau mereka tidak bongkar kita yang akan bongkar,” tegasnya lagi. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.