Perekrutan Guru Kontrak Tidak Boleh Melalui Tes

TIMIKA, TimeX Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika Ausilius You, S.Pd, MM, MH menegaskan bahwa perekrutan guru kontrak maupun guru honor di Kabupaten Mimika tidak boleh melalui tes,

Ausilius You, S.Pd, MM, MH. Foto: Dok/TimeX

TIMIKA, TimeX

Sekretaris Daerah (Sekda)  Mimika Ausilius You, S.Pd, MM, MH menegaskan bahwa perekrutan guru kontrak maupun guru honor di Kabupaten Mimika tidak boleh melalui tes, karena sudah merupakan amanat dari Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dan Yohanis Bassang.

Hal ini disampaikannya  menyikapi tes penerimaan guru honor yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendabud) Kabupaten Mimika baru-baru ini.

“Kemarin Pak Wakil Bupati sudah tegaskan tidak boleh melakukan tes untuk penerimaan guru honor dan guru kontrak. Seharusnya menata kembali dan memberdayakan guru kontrak dan honor yang sudah bekerja selama ini menjadi lebih baik dan maksimal,” kata You saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Senin (13/2).

Sebelumnmya Kadispendasbud, Jenny O Usmany menjelaskan, penerimaan guru kontrak ditindaklanjuti karena keputusan pusat yang kemudian mengirim  tenaga  kontrak berlatar belakang  PGSD alumni Unifersitas Gaja Mada (UGM) ke seluruh daerah dan kota di Papua.

“Waktu itu perwakilan dari pusat, Bambang  datang menemui Bupati Eltinus Omaleng secara langsung dan menyampaikan kebijakan tersebut.  Bupati saat itu juga langsung panggil Kadispendasbud, namun ditolak dengan alasan guru kontrak di Mimika banyak.

Dari situ kami buat telaan dan langsung menghadap ke pusat untuk tujuan penolakan,” jelas Jeni.

Kalau ijazahnya tidak jelas, maka tidak ada gunanya diangkat. Ini peraturan undang-undang, bukan kehendak saya,” tukasnya.

Sementara Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang menyampaikan  akan membentuk tim khusus untuk melakukan evaluasi terhadap operasional di Sentra Pendidikan, SP 5, Kampung Mulya Kencana.

Hal ini dikatakannya dihadapan 45 guru honor tingkat SD dan SMA Sentra Pendidikan di ruang rapat Kantor Bupati Mimika, SP 3 , Kelurahan Karang Senang, Kamis (9/2).

Kedatangan guru-guru honor tersebut ingin mengetahui kejelasan nasib mereka terhadap rencana pemberhentian guru honor yang dilakukan oleh (Dispendasbud) dan Dinas Pendidikan Menengah (Dispenmen) Kabupaten Mimika.

Ia  berpesan kepada 45 guru honor   Sentra Pendidikan untuk kembali bekerja seperti biasa dan tidak perlu merasah resah dengan surat yang disampaikan oleh Kepala Dispendasbud Jenny O. Usmany

“Tidak perlu resah dengan surat itu, yang jelas bahwa dalam menjalankan program pendidikan itu perlu ada penataan seperti yang sudah diatur dalam Undang-undang. Sentra Pendidikan itu perlu ditata dengan baik karena sekolah tersebut adalah sekolah andalan Pemda Mimika, “ungkapnya.

Bassang mengatakan, perekrutan tenaga honor seharusnya diketahui  pimpinan daerah, jika tidak maka sepenuhnya menjadi tanggung  jawab sekolah atau yayasan. Sebab  untuk peningkatan kualitas guru yang mutlak harus mengikuti ujian sertifikasi.

“Jadi guru – guru tidak boleh resah  bekerja seperti biasa. Sesuai kesepakatan kita bersama, untuk guru – guru honorer yang sudah terlanjur diangkat itu tidak perlu ikut tes.  Sementara guru honor yang mau jadi PNS akan diperjuangkan,”ujarnya.

Sebelumnya pada pertemuan terkait, Rabu (8/2) perwakilan guru menyampaikan aspirasinya, yaitu merasa terpukul  dengan  adanya  pemberitahuan dari Dispendasbud terkait evaluasi khusus kualifikasi guru.

“ Kami harus kemana? Kami harap Pemda pertimbangkan nasib kami, karena kami semua sudah berkeluarga,” ujar salah satu guru perwakilan dari Potowayburu.(tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.