Enam Bulan Gaji Ditahan, Makam SP1 Dipalang

TIMIKA, TimeX Pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) ‘Taman Abadi’ yang berlokasi di Distrik Wania, SP1 dipalang oleh penjaga makam, Senin (20/2).

PALANG-Gerbang masuk TPU Taman Abadi Kabupaten Mimika yang dipalang Tias dan penius,Senin,(20/2).Insert- Tias dan Panius

TIMIKA, TimeX

Pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) ‘Taman Abadi’ yang berlokasi di Distrik Wania, SP1 dipalang oleh penjaga makam, Senin (20/2).

Pemalangan mulai pukul 08.00 WIT Senin kemarin, dikarenakan enam bulan gaji penjaga makam bernama Tias (28) dan Penius (25) dan Jerman belum dibayarkan oleh Dinas Tata Kota (Distako) Mimika.

Hanya saja, aksi pemalangan dengan menggantung selembar tripleks bertuliskan,”Mohon maaf bapa ibu, sementara ditutup ada masalah; Mau buka hubungan nomor HP 0813 1125 9819 dan 0811 490 676, ini tidak berlangsung lama.

Setibanya Kepala Distako Mimika, Yahonis Bato di lokasi makam, menyusul dialog persuasif dengan penjaga makam, gerbang makam yang digembok akhirnya dibuka sekitar pukul 10.30 WIT.

Dari pembicaraan waktu itu, terungkap kalau enam bulan gaji dari tiga warga yang ditugaskan menjaga serta merawat makam tersebut belum dibayarkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial SD dari dinas terkait yang ditugaskan.

Padahal gaji ketiga penjaga makan sudah dialokasikan melalui transfer rekening ke petugas Distako yang bersangkutan.

“Gaji mereka saya sudah transfer lewat rekening SD selaku kepala seksi, dan rutin tiap tiga bulan kami bayarkan,”ujar Kadistako Yohanis Bato kepada Timika eXpress di lokasi TPU SP 1, Senin kemarin.

Lebih lanjut kata Yohanis Bato, stafnya berinisial SD hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Termasuk honor ketiga penjaga makam disinyalir dibawa kabur.

“Kita suda transfer, tapi tidak tahu dia (SD-Red) tidak salurkan ke mereka (penjaga makam). Saya sudah panggil tapi dia lari-lari terus,”paparnya.

Sambungnya, upah ketiga penjaga makam besarannya Rp2juta perbulan, sehingga kalau dibayarkan per triwulan, maka upah yang harus dibayarkan perorang senilai Rp12 juta.

Ini terhitung dari Bulan Juli – Desember 2016.

“Kita bayarkan tiap triwulan. Untuk tahun 2016 mulai Bulan Juli –Desember yang belum dibayarkan totalnya Rp36 juta yang belum diterima Tias, Penius dan Jerman,” jelasnya.

Untuk itu, Kadistako berjanji akan memanggil SD dan akan meminta pertanggungjawaban darinya terkait alokasi dana yang telah disalurkan, namun tidak sampai ke tangan ketiga penjaga makam.

“Itu uang negara yang menjadi hak ketiga penjaga makam yang harus dibayarkan. Yang jelas dia (SD) harus bertanggungjawab,” tegasnya.

Sementara dua penjaga TPU SP1, Penias dan Tias menyatakan aksi pemalangan dilakukan karena honor yang menjadi haknya selama enam bulan sejak Juli-Desember 2016 silam belum dibayar.

“Kamia sudah kerja selama tujuh tahun, baru kali ini alami nasib seperti ini. Sebelum-sebelumnya lancar-lancar saja. Ini hak kami jadi kami tuntut,” tegas Tias. (nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.