Polisi Antisipasi Kerawanan Sosial Akibat PHK Karyawan

TIMIKA, TimeX

TIMIKA, TimeX Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Mimika bersama aparat keamanan terkait lainnya, TNI dan Brimob Batalyon B di Timika terus mengantisipasi berbagai potensi kerawanan akibat Pemutusan Hubungan

personel pengendali masa (Dalam) dengan nama”kompi karangka” saat mengikuti apel antisipasi pengamanan di kantor pelayanan polres, kamis(23/2).

bersama aparat keamanan terkait lainnya, TNI dan Brimob Batalyon B di Timika terus mengantisipasi berbagai potensi kerawanan akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal karyawan perusahaan-perusahaan kontraktor dan privatisasi PT Freeport Indonesia.
Adanya kebijakan serta tindakan merumahkan dan PHK karyawan perusahaan-perusahaan privatisasi serta kontraktor PT Freeport, akhir-akhir ini sangat berpengaruh pada situasi kamtibmas di Mimika secara keseluruhan, kata Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon usai gelaran apel siaga di pelataran Kantor Pelayanan Polres Mimika, Kamis (23/2).
“Ini memang membutuhkan perhatian serius karena dampak dari eskalasi yang terjadi di Freeport membuat relatif banyak karyawan sekarang sudah dirumahkan dan di-PHK,” kata Victor.
Dengan terhentinya kegiatan ekspor konsentrat PT Freeport sejak 12 Januari, menyusul dihentikannya kegiatan produksi tambang sejak 10 Februari lalu, hal tersebut menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi karyawan dan keluarganya.
Bahkan, tidak tertutup kemungkinan, kondisi di Freeport juga berpotensi dampak pada situasi politik di Mimika.

“Hanya saja situasi saat ini masih kondusif, jadi sifatnya kita masih siaga.Kami pun terus memberikan imbauan dan membuka ruang komunikasi yang sudah kami sepakati bersama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, bahwa kami bisa memberikan solusi terhadap permasalahan yang sekarang terjadi,” kata Victor.
Mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang terjadi setelah terhentinya produksi PT Freeport, Kamis pagi kemarin Polres Mimika menggelar apel khusus mengecek kesiapan personel untuk .
Polres Mimika menyiagakan 125 personel Pengendali Massa (Dalmas) dengan nama “Kompi Kerangka” serta peleton-peleton untuk mengantisipasi pengamanan tersebut.

Berdasarkan Surat Perintah (Sprin) Nomor Sprin/77/II/2017/Ops Polres Mimika, memerintahkan kepada seluruh bintara dan perwira, mulai tanggal 22 hingga 28 Pebruari 2017 wajib mengikuti apel siaga satu dengan berseragam dinas PDL A1.

Khusus di kota tambang Freeport di Tembagapura, pengamanan tetap dilakukan oleh Satuan Tugas Pengamanan Objek Vital (Satgas Pam Obvit).
“Tidak tertutup kemungkinan bila ada eskalasi yang meningkat terhadap situasi yang ada di Tembagapura, kami dari Polres Mimika siap membantu rekan kami yang ada di Satgas Pam Obvit,” kata Victor.
Masih terkait dengan pengamanan di area pertambangan Freeport, aparat Polri dibantu TNI juga telah menempatkan personel di 11 titik yang menjadi pintu masuk keluar akses ke PT Freeport.
“Ada 11 titik di sekitar Kota Timika yang menjadi atensi khusus Polres Mimika, seperti Terminal Gorong-gorong, Check Point untuk akses masuk ke area Freeport, Kuala Kencana, dan tempat-tempat tinggal staf Freeport,” kata Victor menambahkan dalam waktu dekat akan digelar simulasi pengamanan kota dengan melibatkan personil Brimob dan TNI.
Di setiap titik itu, nantinya ditempatkan 10 personel Polres Mimika, dan akan dibantu aparat Brimob dan TNI apabila terjadi eskalasi situasi.
Sesuai dengan data Polres Mimika, PT Freeport Indonesia dan perusahaan-perusahaan privatisasi serta kontraktornya sudah merumahkan dan melakukan PHK kepada lebih dari 1.000 karyawan dalam 1 pekan terakhir.

 

Awasi Aktivitas Pendulang

Antisipasi kerawanan yang juga jadi fokus pengamanan Polres Mimika, adalah mengawasi aktivitas para pendulang tradisional yang selama ini mengais rezeki di sepanjang Sungai Aijkwa (Kali Kabur) di area pertambangan PT Freeport Indonesia.
Kapolres Mackbon, mengatakan keberadaan pendulang tradisional yang jumlahnya mencapai ribuan orang bisa memicu kerawanan kamtibmas.
Apalagi dalam beberapa pekan terakhir, Sungai Aijkwa sudah jernih lantaran PT Freeport sudah menghentikan operasi pabrik pengolahannya di Mil 74, Distrik Tembagapura sejak 10 Februari.
“Kami tetap memonitoring masyarakat pendulang emas tradisional di Kali Kabur. Kami terus mengantisipasi dan mengawasi aktivitas mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki bersama,” kata Victor.
Orang nomor sati di Polres Mimika juga meminta masyarakat Mimika agar tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang tidak benar dan tidak jelas sumbernya terkait permasalahan yang kini menimpa perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia itu.
Guna mencegah terjadi tindakan anarkis oleh oknum-oknum yang tidak puas terhadap permasalahan yang kini terjadi di PT Freeport, Polres Mimika bersama Kodim 1710 Mimika dalam waktu dekat akan menggelar latihan bersama simulasi sistem pengamanan kota.
“Kami sudah melakukan komunikasi dengan Kodim 1710 Mimika agar dalam pekan ini kami akan menggelar latihan gabungan antara Polres, Brimob dan jajaran TNI di Timika,” jelas Victor. (a21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *