164 Siswa SMP Tidak Bisa Ikut UN

 

TIMIKA, TimeX Sebanyak 164 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Mimika, dipastikan tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) yang akan diselenggarakan serentak pada Mei 2017, karena ijazah SD yang mereka miliki tidak terdaftar dalam sistem.

Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Mimika, Jenni O. Usmany, S.Pd., M.Pd

TIMIKA, TimeX

Sebanyak 164 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Mimika, dipastikan tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) yang akan diselenggarakan serentak pada Mei 2017, karena ijazah SD yang mereka miliki tidak terdaftar dalam sistem.
Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Mimika, Jenni O. Usmany kepada Timika eXpress di ruang kerjanya, Senin (6/3), mengatakan ijazah jenjang sekolah dasar (SD) yang dimiliki 164 siswa itu tidak terdaftar dalam Dapodik.
“Ijazah harus bisa diterima sistem. Ini memang tidak bisa dipaksakan ikut ujian. Mungkin kita bisa cari jalan ikut ujian kesetaraan paket A untuk peroleh ijazah SD dan ikut paket B untuk peroleh ijazah SMP, tapi dengan syarat harus  tuntaskan legalitas ijazah SD. Termasuk ujian paket pun harus diikuti secara berjenjang,” katanya.
Menurut Jenni, seluruh peserta didik peserta UN harus terverifikasi secara legal, dan memang harus dipersiapkan jauh sebelumnya agar seluruh tahapan proses pendidikan pada setiap jenjang bisa dipertanggungjawabkan.
“Harusnya sudah diurus tiga atau enam tahun lalu, bukan sekarang. Setiap jenjang pendidikan harus mengikuti proses sesui standar dan aturan yang tepat. Oleh karena itu, Dispendasbud Mimika mulai benahi proses, tidak hanya melihat hasil akhir sementara peserta didik tidak berkualitas. Saat ini kami sedang berupaya memperbaiki proses, bukan hasil akhir. Kalau hasil akhir bagus lalu proses tidak bagus, itu percuma. Kami tidak mau menghasilkan sarjana preman,” tegasnya.
Selain itu kata Jenni, standar kualitas pendidikan harus diketahui secara pasti dengan melaksanakan proses tahapan jenjang pendidikan secara tepat.
Indeks keberhasilan pendidikan, katanya, dapat diukur dengan mekanisme demikian.
“Kalau dibantu, tidak akan ketahuan standar kita sampai dimana. Kita harus tahu supaya bisa diperbaiki,” ujarnya.
Data versi Dispendasbud Mimika, sebanyak 8.100 peserta didik di tingkat SD dan SMP se-Mimika telah terdaftar untuk mengikuti ujian pada Mei 2017.
Ujian nasional itu akan dilaksanakan di 128 SD dan 49 SMP.
“Peserta ujian itu terdiri dari 4.000 lebih tingkat SD dan 3000 lebih tingkat SMP. Ini berdasarkan Dapodik. Untuk kartu ujiannya sudah kita cetak. Dan mulai tanggal 20 Maret dilaksanakan try out, baik USBN maupun UNBK,” kata Jenny.
Tahun ini dipastikan baru tiga sekolah yang sudah bisa menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yaitu YPJ Kuala Kencana, YPJ Tembagapura, dan sekolah Advent di Jalan Baru, Kota Timika.

“SMPN 2 juga termasuk, tetapi karena APBD belum ditetapkan sehingga belum bisa,” tukasnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.