87 Mahasiswa STIE JB Timika Diwisuda

TIMIKA, TimeX Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jambatan Bulan Timika mewisuda 87 mahasiswa pada hari Selasa (14/3) bertempat di Graha Eme Neme Yauware.

penghargaan beasiswa penuh kepada Tuti Fitriani untuk melanjutkan kuliah jenjang Srata Satu di STIE JB.

TIMIKA, TimeX

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jambatan Bulan Timika mewisuda 87 mahasiswa pada hari Selasa (14/3) bertempat di Graha Eme Neme Yauware.

Prosesi 87 wisudawan-wisudawati, terdiri dari 52 Sarjana Strata Satu (S1) Angkatan XII jurusan ekonomi pembangunan dan 35 Diploma Tiga (D-III) jurusan perbankan Angkatan IX Tahun Akademik 2016-2017, Selasa kemarin mengusung tema “Kita Berbeda Karena Berkarya”.

Dari jumlah tersebut, 2 wisudawan-wisudawati mendapat sertifikat penghargaan karena lulus dengan pujian, yaitu Turi Fitriani, mahasiswa D-III jurusan perbankkan dengan IPK 4,00 dan Pariaman Tampubulon dari jurusan ekonomi pembangunan S1 lulus dengan IPK 3,89.

Selain itu, ada 27 wisudawan-wisudawati meraih predikat kelulusan Cum Laude.

Senyum bahagia terpancar dari 87 wajah peserta wisudawan-wisudawati, saat Ketua STIE Jambatan Bulan Timika, Tharsisius Pabendon, SE, MM resmi membuka yang disaksikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Ausilius You, S.Pd,MM.MH dan Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Dra. Mitha Gosa.

Turut hadir waktu itu, Ketua Yayasan STIE JB, Muhammad Jambia Wadan Sao, Ketua Alumni STIE JB, Ricard Nelson, Kadistako Yohanes Batto, Sekretaris Dishut, John Rumbiak, SE, sereta tamu undangan dan keluarga wisudawan-wisudawati.

Saat itu pula, Ketua STIE JB Tharsisius Pabemdon SE,MM langsung memberikan penghargaan beasiswa penuh kepada Tuti Fitriani untuk melanjutkan kuliah jenjang Srata Satu di STIE JB. Sedangkan kepada Pariaman Tampubolon hanya diberikan sertifikat penghargaan.

Tharsisius Pabemdon SE, MM dalam pidatonya, mengatakan diwisudanya 87 mahasiwa menunjukan angka partisipasi masyarakat Indonesia ke perguruan tinggi sebesar 18,7 persen.

Artinya hanya 18,7 persen dari anak usia sekolah di perguruan tinggi yang mengenyam pendidikan tinggi, dibandingkan dengan Negara Amerika Serikat yang memiliki Angka Partisipasi Kasar (APK) 60 persen, Korea Selatan 90 persen dan negara maju pada umumnya dengan APK 40 persen.

“Ini jadi PR bangsa Indonesia karena tingginya APK menunjukkan korelasi yang signifikan dengan kemajuan masyarakatnya di berbagai sector kehidupan,” katanya.

Disamping APK yang masih sangat rendah, kualitas proses juga menjadi masalah yang membutuhkan perjuangan ekstra kuat dengan konsistensi yang tinggi.

“Karena dukungan dana operasional yang sangat minim, kualitas SDM yang rendah, termasuk kualitas sarana dan prasarana serta sistem tata kelola yang tidak professional tentunya berdampak pada kualitas proses pendidikan dan pembelajaran yang asal-asalan, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak memiliki kualifikasi daya saing yang memadai.

Buktinya banyak lulusan sarjana kita yang jadi pengangguran karena tidak diterima di dunia kerja atau tidak kreatif menciptakan lapangan kerja dari ilmu pengetahuan yang diperoleh,” kata Pabemdon.

Karena itu, dengan mengusung tema “Kita Berbeda Karena Berkarya”, ini merupakan sasaran akhir dari semua upaya pengembangan SDM untuk mewujudkan karya anak bangsa.

“Karyalah yang memberi kita nilai lebih, karyalah yang akan menggeser posisi dan situasi kita ke tempat dan keadaan yang lebih baik. Karyalah yang akan menjamin masa depan generasi penerus, karyalah yang mengangkat martabat kita ke jenjang yang lebih tinggi dan karyalah yang meletakkan pondasi masa kini menuju bangunan kesejahteraan di masa depan,” tandasnya.

Sementara Sekda Mimika, Ausilius You, S.Pd, MM.MH mengungkapkan wisuda merupakan refleksi akhir keberhasilan penyelenggaraan pendidikan.

Karena itu momen yang terjadi hari ini (kemarin-Red) tidak semata hanya seremonial, lebih dari itu harus ditunjukan dengan skill dan SDM yang dimiliki untuk berkarya di dunia kerja, atau menciptakan lapangan kerja dengan ilmu dan kemampuan yang dimiliki.

“Ini tantangan buat para wisudawan-wisudawati yang baru dilantik. Saya juga ajak seluruh jajaran pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas mutu yang kompeten di era persaingan bebas. Karena itu lembaga pendidikan tinggi di Mimika harus mampu mengembangkan pendidikan yang berorientasi pada standar nasional,”  tegasnya.

Selain itu, STIE JB harus intens melakukan inovasi, terobosan-terobosan ilmiah dalam pembangunan bangsa, khususnya di Kabupaten Mimika.

Sedangkan Sekretaris Pelaksana Kopertis Papua dan Papua Barat, Dra Mitha Gosa, mengatakan apa yang diraih hari ini jangan berhenti, melainkan terus belajar.

Termasuk pihak akademi STIE JB diharapkan lebih meningkatkan kualitas pendidikan agar bisa lebih bersaing dengan perguruan tinggi swasta (PTS) di daerah lain.

“Kita apresiasi kepada STIE JB yang telah melahirkan SDM yang baik di daerah ini. PTS merupakan wujud nyata pembangunan di daerah untuk berperan serta dalam pembangunan SDM. Diharapkan juga kepada Pemda Mimika dapat memberi dukungan kepada PTS-PTS yang ada di Kabupaten Mimika,” harap Mitha.

Ia pun menegaskan, dari banyaknya wisudawan yang meraih predikat kelulusan cum laude, diharapkan hasil ini sebanding dan benar-benar sesuai praktek di lapangan.

Sedangkan, Ketua Yayasan STIE JB, Muhammad Jambia Wadan Sao, SH mengaskan, yayasan selalu siap memberi dukungan dalam aktivitas akademik STIE JB.

“Kami percaya bahwa Ketua STIE JB dan segenap pimpinan serta seluruh dosen selama ini telah menunjukkan kinerja dan dedikasi yang tinggi. Tentu kepercayaan ini adalah amanah yang harus dijalani tanpa tendensi sehingga yayasan memberikan gelar akademik kepada 87 mahasiswa,” tukasnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.