Talk Show Positive Parenting Bersama Hidayatullah

Menciptakan generasi sekolah yang sholeh dan cerdas adalah hal utama dalam memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga membanggakan orang tua. Mewujudkan cita-cita luhur dan mulia tersebut,

Pembicara dalam Talk Show Positive Parenting, Ustad Muhammad Fauzil Adhim (kiri) dan moderator Ustad Abdul Syakir S.Pd.I

Ciptakan Generasi Sekolah yang Sholeh dan Cerdas

TIMIKA, TimeX

Menciptakan generasi sekolah yang sholeh dan cerdas adalah hal utama dalam memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga membanggakan orang tua.

Mewujudkan cita-cita luhur dan mulia tersebut, Sekolah Integral Hidayatullah, Yayasan Pesantren Hidayatullah, MUI Mimika dan BMH Mimika menggelar talk show positive parenting (percakapan terbuka pola asuh positif).

Percakapan terbuka tentang pola asuh anak yang diikuti lebih 200 peserta dilangsungkan  di Cenderawasih Hall, Hotel Serayu, Sabtu (18/3).

Kegiatan yang mengusung tema, ‘Bersama Kita Ciptakan Generasi Cerdas dan Sholeh’,  menghadirkan penulis buku dan pakar parenting dari Jogyakarta, Ustad Muhammad Fauzil Adhim.

Talk show dihadiri pula Ketua MUI Mimika, H. Muhammad Amin AR, S.Ag,  Ketua DPD Hidayatullah Timika, Kasim Rumaf, Perwakilan Dispendasbud Mimika, Siti Maryanti serta Ketua Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Mimika, Hj. Djamila Tjapi, M.Si termasuk peserta dan tamu undangan lainnya.

Sedangkan bertindak selaku moderator adalah Ust. Abdul Syakir yang juga ketua panitia dari kegiatan ini.

Kegiatan positif agar diaplikasikan orang tua dalam pola asuh agar menjadikan anaknya cerdas juga sholeh diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.

Selanjutnya digelar tanya jawab peserta yang diselingi dengan undian berhadiah (door prize) dari panitia untuk menyemarakkan suasana.

Ustad M. Fauzil Adhim sebagai pembicara utama mengatakan setiap orang tua maupun keluarga memiliki potensi yang luar biasa dalam menyiapkan anak-anak untuk didik agar berpotensi menjadi remaja produktif.

Agar ketika memasuki masa remaja, mereka tidak mengalami krisis remaja di awal masanya.

“Saya lihat potensi di Papua bukan hanya soal emas ataupun Freeport. Andaikata kita tidak punya tambang seperti ini, tapi kita punya sumber daya manusia yang dapat mengubah sejengkal tanah ini menjadi berharga, maka kita dapat mencapai kemajuan yang melampaui dari negara lain,” ulasnya.

Untuk itu, dengan era globalisasi dan peradaban dunia yang semakin modern dan high technology, lanjutnya, semuanya  tidak dapat bermanfaat dan diharapkan jika anak-anak sebagai generasi penerus tidak produktif dan maju karena mudah terpengaruh oleh gelombang dan arus lingkungan yang tidak menguntungkan.

“Semuanya itu kembali kepada orang tua dan keluarga sebagai pokok pembina dan pembimbing sekaligus pengasuh anak.

Ini jadi bekal utama kalau orang tuanya ingin anaknya maju dalam pengetahuan dan karakter. Sudah tentu orang tua harus rela capek dalam mengasuh anaknya, karena tidak ada yang instan di dunia ini,” tegasnya.

Katanya, kalau kita tidak capek dalam mendidik anak, maka anak tidak akan bisa maju. Rasa capek itu tidak akan terasa jika orang tua melakukannya dengan tulus,” tambahnya.

Pasalnya, talk show kali ini sebagai pelecut bagi anak-anak dalam menghadapi orang tuanya setiap hari, lingkungan komunitas, termasuk guru-guru di sekolah.

Hal ini guna mendorong dan memelihara semangat anak untuk maju dengan didukung lingkungan, baik sekolah maupun tempat tinggal, termasuk dukungan pemerintah dalam kaitannya dengan program pendidikan,”ungkapnya.

Demikian pula katanya, pola asih anak yang tepat adalah melalui komunikasi yang sehat antara suami dan istri, sehingga anak-anak dapat mencontohi dan meneladani orang tua.

“Yang terpenting adalah menasehati itu bukan harus benar tetapi harus bersabar. Menasehati itu harus dengan kasih saying,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Mimika, Ustad M. Amin AR,S.Ag, mengatakan talk show kali benar-benar kita mendapat ilmu baru, bagaimana mengasuh, mendidik dan membina anak sehingga berguna, tidak hanya cerdas, tetapi juga sholeh dalam karakter.

“Ini sangat positif, karena pahala dari membina anak bukan hanya mencerdaskan pikirannya tetapi menjadikan anak tersebut cerdas dan sholeh. Saya harap kegiatan seperti ini reguler melibatkan komunitas keluarga agar saling mengetahui status dan kedudukannya,” tutupnya.

Selanjutnya, Ketua Panitia, Ustadz Abdul Syakir mengapresiasi antusiasme orang tua dan anak-anak melalui talk show pola asuh untuk menjadikan anak berkarakter, cerdas dan sholeh. (aro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.