Tiga Kopel Semi Permanen Ludes Terbakar

TIMIKA, TimeX Sebanyak tiga kopel tempat usaha sekaligus hunian semi permanen di Jalan Yos Sudarso, Nawaripi, Distrik Wania ludes terbakar, Senin (20/3) sekitar pukul 02.30 WIT.

Tiga kopel tempat usaha sekaligus hunian semi permanen di Jalan Yos Sudarso, Nawaripi, Distrik Wania ludes terbakar, Senin (20/3) sekitar pukul 02.30 WIT.

Kasus Kebakaran yang ke-10

TIMIKA, TimeX

Sebanyak tiga kopel tempat usaha sekaligus hunian semi permanen di Jalan Yos Sudarso, Nawaripi, Distrik Wania  ludes terbakar, Senin (20/3) sekitar pukul 02.30 WIT.

Bangunan berkonstruksi kayu dan papan seluas 20 X 8 meter itu, masing-masing ditempati Paiti (54) pemilik Warung Makan Barokah dan Hendri David Hutahean (27) pemilik Kios Jhosua.

Sementara satu kopel lagi belum ada yang menempati.

Ironisnya, dari keterangan kedua korban sebagai saksi pelapor berdasarkan Laporan Polisi (LP) Nomo: 159/III/2017/ Papua/Res Mimika, dugaan api awal darikopel tak berpenghuni.

Hendri David Hutahean kepada Timika eXpress di lokasi kejadian menceriterakan saat kejadian dirinya sedang lelap tertidur.

Sontak dari musibah kebakaran itu, korban dibangunkan tetangganya, Indah Wahyuni Yusuf (40), sebab kopel hunian sekaligus tempat usaha korban sudah dilalap si jago merah.

Tidak lama berselang api terus merambat membakar Warung Makan Barokah milik Paiti.

Saat itu pula warga langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), sembari berupaya memadamkan api dengan menyirami air dan peralatan seadanya.

Tidak lama berselang, petugas Damkar sebanyak  17 personil dengan mengerahkan dua unit mobil Damkar berhasil memadamkan api.

Namun, kopel bangunan berserta barang berharga milik korban sebagian besar tidak bisa terselamatkan karena ludes terbakar.

Dari kejadian itu, aparat penyidik Polres Mimika telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Termasuk meminta  keterangan korban dan sejumlah saksi untuk memastikan sebab utama kebakaran yang mengakibatkan kerugian mencapai Rp250 juta.

Sementara itu, warga di lokasi TKP yang anggan namanya dikorankan mengatakan, dugaan sementara akibat korsleting listrik. Tapi masih tanda tanya juga, karena titik api awal dari kopel kosong tanpa penghuni didalamnya tersimpan Bahan Bakar Minyak (BBM) minyak tanah dan bensin.

“Ini yang buat api cepat merambat dan membakar hangus tiga petakan,” jelas sumber.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika, Yosias Lossu kepada Timika Express via ponselnya, Senin (20/3) mengatakan musibah kebakaran yang terjadi adalah yang ke-10 sepanjang  2017.

“Dari banyaknya kasus kebakaran, saya himbau warga masyarakat lebih waspada,” tukasnya. (nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *