Catur Brata Penyepian Perkuat Toleransi Kebhinekaan

TIMIKA, TimeX Memaknai Hari Suci Nyepi, 1 Saka 1939 Tahun 2017, seluruh umat Hindu di dunia, khususnya di Mimika, hendaknya dimaknai sebagai momentum mewujudkan kedamaian bersama.

Prosesi religi pengambilan air suci (Upacara Melasti) dalam rangka Tahun Baru Caka Warsa 1939, di wilayah perairan laut Poumako, Minggu kemarin.

>>Lanal Dukung Upacara Melasti Umat Hindu Mimika

TIMIKA, TimeX

Memaknai Hari Suci Nyepi, 1 Saka 1939 Tahun 2017, seluruh umat Hindu di dunia, khususnya di Mimika, hendaknya dimaknai sebagai momentum mewujudkan kedamaian bersama.

“Momen Hari Raya Nyepi tahun ini sebagai sebuah penghormatan terhadap alam beserta isinya dengan berpedoman pada catur brata, yakni amati geni, amati karya, amati lelungan dan amati lelanguan untuk memperkuat toleransi kebhinekaan”.

Demikian diungkapkan Ketua Parasida Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mimika, I Made Sudiarta, selaras dengan tema Nyepi nasional 2017, “Catur Brata Penyepian Memperkuat Toleransi Kebhinekaan Berbangsa dan Bernegara Demi Kuntuhan NKRI,” ungkap Sudiarta diaminkan Pinandita (Pdt) Hindu Mimika, I Made Kembardana saat diwawancarai Timika eXpress di Pura Mandhira Mihika Mandaloka di Kelurahan Wonosari Jaya SP-IV, Sabtu (25/3).

Menurut Sudiarta, toleransi antar umat beragama serta hidup rukun mewujudkan suasana harmonis sejalan dengan misi menciptakan Mimika aman, damai dan sejahtera, juga menjadi menjadi penting di Hari Suci Nyepi yang akan dilaksanakan, Selasa (28/3).

“Intinya kehidupan dan kerukunan internal maupun eksternal antar umat beragama harus selalu dipupuk, karena dinamika hidup serta keberagaman dari ciptaan Sang Pencipta agar saling menghormati dan menyatukan perbedaan satu sama lain,” tambahnya.

Adapun tujuan utama dari peringatan Hari raya Nyepi, sambung Sudiarta adalah memohon kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa untuk menyucikan Bhuana Alit Dan Bhuana Agung atau manusia dan alam Semesta.

Sebelum upacara nyepi, sebagaimana tradisi religi, umat Hindu di Mimika, Minggu (26/3) pagi kemarin melakukan beberapa runtunan upacara, yaitu melasti atau penyucian melalui upacara semua sarana persembahyangan diarak ke pantai atau danau, karena dipercaya sebagai air suci (tirta amerta) yang juga mampu menyucikan diri manusia dari segala leteh (kotor) dan alam.

“Besok (hari ini-Red) mulai jam 06.00 pagi  kita akan lakukan tawur agung untuk menetralisir hal-hal negatif untuk mendatangkan atau menyambut energi atau hal-hal positif,” ujarnya.

Diungkapkan pula, sebelum Hari Raya Nyepi, 247  Kepala Keluarga (KK) umat Hindu Mimika telah menyelenggarakan aksi sosial, yaitu donor darah dan memberi sumbangan sembako dan pakaian layak pakai kepada 120 warga di Kabupaten Asmat.

Dikoordinir PHDI Mimika, aksi donor darah dengan mengumpulkan 30 kantong darah dari berbagai jenis golongan darah, itu dilaksanakan  12 Maret 2017 di Pura Mandhira Mihika Mandaloka SP IV.

 

Lanal Dukung Upacara Melasti Umat Hindu Mimika

Sementara itu, prosesi religi pengambilan air suci (Upacara Melasti) dalam rangka Tahun Baru Caka Warsa 1939, di wilayah perairan laut Poumako, Minggu kemarin, umat Hindu Mimika didukung  Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Timika.
Lanal Timika mengerahkan KAL Youtefa untuk pengambilan tirta suci.
Hadir dalam kegiatan itu, Komandan Lanal Timika, Letkol Laut (P) Yoshapat Indarto, diwakili Paroh Hindu Lanal Timika, Lettu Laut (S) Susiyanto, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mimika, I Made Sudiartha, serta perwakilan Pemda Mimika dan TNI-Polri.
Lettu Susiyanto berharap dengan adanya catur brata penyepian ini, umat Hindu Mimika bisa lebih introspeksi diri dari kehidupan setahun terakhir. Kemudian kedepan bisa menata kehidupan yang lebih baik dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *