Empat Mantan Karyawan Freeport Resmi Tersangka

TIMIKA, TimeX Kapolda Papua Irjen Pol Boy Raffli Amar mengatakan empat dari 14 orang mantan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang diperiksa intensif terkait insiden tindak pidana kekerasan pada Sabtu (19/8), telah berstatus tersangka kasus perusakan.

Aparat gabungan terdiri dari, Satpol PP dan Linmas Pemda Mimika dibackup personel TNI-Polri membongkar posko eks karyawan Freeport dan perusahaan subkontraktor.

Posko Eks Karyawan Freeport Dibongkar

Provokator dan Korlap Harus Bertanggungjawab

TIMIKA, TimeX

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Raffli Amar mengatakan empat dari 14 orang mantan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang diperiksa intensif terkait insiden tindak pidana kekerasan pada Sabtu (19/8), telah berstatus tersangka kasus perusakan.
“Dari 14 orang yang diamankan, empat orang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Irjen Boy Rafli, ketika dihubungi Timika eXpress, Minggu.
Sedangkan 11 orang lainnya yang keseluruhan merupakan mantan karyawan Freeport masih didalami penyidik dan masih diamankan di Polres Mimika.
Boy mengatakan pemeriksaan terhadap 11 mantan karyawan Freeport itu masih terus dilakukan, dan tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah.

Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Viktor Dean Mackbon menambahkan bahwa dalam penyidikan pun provokator dan koordinator lapangan (korlap) dari aksi anarkis mantan karyawan Freeport maupun sub kontraktor harus bertanggungjawab.
Menurut Kapolres Mackbon, empat mantan karyawan Freeport yang sudah ditetapkan sebagai tersangka akan dikenakan pasal 170 KUHP (mengatur tentang sanksi hukum bagi para pelaku kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum),” tegasnya.
Namun, sejauh ini polisi belum mau membuka identitas tiga orang mantan karyawan Freeport yang telah berstatus tersangka itu, dengan alasan masih dalam proses penyidikan intensif.
Versi penyidik kepolisian, aksi demo yang dilakukan para mantan karyawan di areal operasional PT Freeport Indonesia sudah anarkis dan berindikasi tindak kriminal sehingga polisi selaku aparat penegak hukum bertindak tegas dengan melakukan pembubaran paksa menggunakan gas air mata.

 

Posko Eks Karyawan Freeport Dibongkar

Menyusul aksi demo dan pengrusakan sejumlah fasilitas milik PTFI, di MP 28. Terminal Bus Gorong-gorong dan di Kantor PT Petrosea, Sabtu (19/8) lalu, aparat gabungan terdiri dari, Satpol PP dan Linmas Pemda Mimika dibackup personel TNI-Polri membongkar posko eks karyawan Freeport dan perusahaan subkontraktor.

Posko-posko Serikat Pekerja yang ditertibkan itu di Jalan Pendidikan, yakni di depan kediaman Sudiro, Ketua SPSU Freeport yang kini tersangkut hukum.

Menyusul penertiban posko eks karyawan di Jalan Kartini dan di Kantor PUK SPKEP SPSI PT FI di Jalan Budi Utomo.

Kurang lebih 150 personil gabungan yang dikawal langsung Kabag Ops Polres Mimika, Kompol I Nyoman Punia, S.Sos melakukan penertiban pada Minggu (20/8) pagi.

Kabag Ops Polres Mimika Kompol I Nyoman Punia menyebut posko karyawan korban PHK PT Freeport Indonesia sebagai pondok-pondok liar.

“Ini kewenangan rekan-rekan Satpol PP untuk mengamankan Perda, dan kami diminta mengawal,” katanya.

Sebelum penertiban, Kabag Ops menyampaikan bahwa pembongkaran posko yang dilakukan ini untuk membersihkan atau membubarkan kegiatan masyarakat atau karyawan.

“Apabila ditemukan lagi ada orang atau eks karyawan kembali membangun tenda di lokasi yang ditertibkan atau di lokasi baru yang jadi titik kumpul eks karyawan Freeport dan subkontraktor, pastinya akan langsung dibongkar dan diamankan ke Mapolres,” tegas Kompol Punia.

Saat operasi penertiban dan pembongkaran posko, tidak satupun penghuni nampak mendiami Posko. Padahal, biasanya posko-posko tersebut ramai ditempati karyawan korban PHK, baik siang maupun malam hari.

Sementara itu, Kasatpol PP, Septinus Marandof menegaskan bahwa posko tempat kumpul eks karyawan dibongkar dan tetap akan dipantau untuk tidak lagi dibangun,” ujarnya singkat. (tan/zuk/vis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *