Ketua DPD PPNI Mimika Tutup Pelatihan BTCLS

TIMIKA,TimeX Kepada 63 perawat dan bidan diharapkan mampu menerapkan materi pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) dalam melayani pasien di tempat tugasnya masing-masing.

CERIA – Peserta pelatihan terlihat ceriah saat foto bersama panitia, pengurus DPD PPNI Mimika dan instruktur pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) usai acara penutupan di Aula RSMM pada Jumat (6/10). Foto: Antonius Djuma/TimeX

Peserta Harus Mampu Terapkan Materi BTCLS

TIMIKA,TimeX

Kepada 63 perawat dan bidan diharapkan mampu menerapkan materi pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) dalam melayani pasien di tempat tugasnya masing-masing.

Pesan penting ini disampaikan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Mimika, Samuel E G J Kermite dalam sambutannya sebelum menutup kegiatan pelatihan BTCLS di Aula RSMM pada Jumat (6/10).

Pelatihan yang digelar sejak Senin (2/10) adalah penting  dalam mewujudkan pelayanan medis yang maksimal dan optimal.

“Setelah suksesnya kegiatan ini, yang penting dalah ilmu yang diperoleh diaktualisasikan. Pengurus maupun instruktur siap menerima konsultasi dari peserta bila ada kendala atau hal-hal terkait materi pelatihan yang belum dipaham,” ujarnya.

Karena kita adalah seprofesi, mulai pengurus, panitia dan peserta acara, maka komitmen kita sejak awal hingga akhir kegiatan adalah satu, yaitu ‘bersama kita bisa’.

Samuel E G J Kermite juga mengapresiasi dan berteirma kasih kepada Wakil Ketua DPD PPNI Bidang Pelatihan, Ny. Adolfina yang telah mensuport hingga kegiatan yang dipercayakan ini bisa berjalan.

“Pelatihan itu penting, bukan yang penting pelatihan. Bila yang penting pelatihan, maka ilmu yang didapat hanya membuat kenangan tanpa ada manfaat. Untuk itu jangan takut untuk berbuat salah. Orang suskes itu mulai dari kesalahan karena dari situlah ia bangkit belajar meraih mimpi,” tambahnya menyatakan bahwa DPD PPNI siap memberikan pelatihan di kabupaten lain bila diminta.

Ia pun mengulas evaluasi usai simulasi pemadam kebakaran yang diikuti peserta.

Yang didapati, setiap menghadapi musibah atau bencana adalah kepanikan.

Apabila rasa panik lebih dulu muncul, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan pelayanan kedaruratan tidak maksimal.

“Dari situasi ini kita dituntut profesional dengan manfaatkan fasilitas yang ada sesuai kebutuhan untuk melakukan tindakan pelayanan,”  tandas Samuel.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan BTCLS, Ny. Elizabeth Mandosir terlebih dahulu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak termasuk 63 peserta yang telah mengikuti dan menyukseskan pelatihan.

Suasana Aula RSMM, tempat digelarnya pelatihan sontak berubah meriah ketika 63 peserta pelatihan oleh Elizabeth dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat BTCLS.

Namun, sertifikatnya belum diserahterimakan saat itu, karena masih melalui proses registrasinya penomorannya di provinsi.

Saat itu pula panitia menetapkan empat orang peserta, kategori terbaik dan aktif.

Dua peserta kategori terbaik adalah Nurmala Kahar dari PKM Timika dan Meiti Gretha Tompoh dari RSUD Abepura.

Menyusul dua peserta aktif jatuh ketangan Ponsianus Since dari PHMC PTFI dan Imelda K.R Ohoiledjaan dari PKM Timika Jaya.

Sebagai bentuk apresiasi diberikan trophy yang diserahkan langsung oleh Ketua DPD PPNI Mimika Samuel E G J Kermite, Korina Wanma, Ketua Panitia Elisabeth Mandosir dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan Adolfina kepada masing-masing pemenang.

“Saya minta dari puskesmas jangan bosan bila ada kiriman pamflet atau brosur untuk pelatihan. Kami sebagai instruktur selalu siap melayani jika ada permintaan, baik di Jayapura maupun di Nabire,” tandasnya.

Mewakili peserta pelatihan menyampaikan pesan dan kesan, Ichwal  dari Rumah Sakit Abepura Jayapura, mengaku bangga dan berterima kasih, karena melalui pelatihan BTCLS, pihaknya dimampukan, apalagi Rumah Sakit Abepura Jayapura akan mengikuti akreditasi.

“Rencananya managemen RS. Abepura akan mengikutkan perawat dan bidan ke pelatihan BTCLS di Jakarta.

Tapi karena tahu kalau DPD PPNI Mimika juga selenggarakan pelatihan serupa, maka pihak rumah sakit putuskan kirim kami enam orang ikut yang di Timika. Setelah pastikan selama di sini (Timka), kami fokus persiapan triase.

Tidak disangka, pelatihan ini sangat bermanfaat, dan kami siap layani pasien sacara optimal” katanya bangga sekaligus mengapresiasi panitia pelatihan karena pihaknya tidak perlu ke luar Papua.

Hal senada juga disampaikan perwakilan dari Kabupaten Nabire, Hafni Ramadhaniesari Pardede.

Pasalnmya, ilmu yang didapat  dari pelatihan benar-benar bermanfaat.

“Kepada instruktur kami sebagai peserta masih berharap, bila di lapangan ada temuan hal baru bisa kami komunikasikan,” timpal Anipae, perwakilan dari Kwamki Narama.  (antonius djuma)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *