Kadiskop Mimika Resmikan Belnail Mart Binaan Freeport

TIMIKA, TimeX Pemerintah Daerah melalui Badan kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Mimika mengambil langkah antisipasi, meminimalisir bahkan menghindari terjadinya

BERSAMA – Manager Community Economic Development PTFI, Yohanes Bewahan,Kepala Dinas Diskop Ekraf Cherly Lumenta, Kepala BRI Cabang Mimika, Sukarno beserta para pengurus Yayasan Bina Usaha Mandiri PTFI, berfoto bersama Elanus Deikme di depan Belnail Mart, Rabu (11/10).Foto : Kristina/TimeX

TIMIKA,TimeX

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Ekonomi Kreatif (Diskop dan Ekkraf,  Cherly Lumenta,  SE MSi, didaulat meresmikan usaha kios Belnail Mart binaan Divisi Community Economic Development PT Freeport Indonesia (PTFI).

Peresmian Belnail Mart milik Elanus Deikme yang terletak di Jalan Tengah Arah SP 5, RT 2, RW 1, Rabu (11/10) kemarin ditandai dengan pengguntingan pita oleh Cherly Lumenta, didampingi Manager Community Economic Development PTFI, Yohanes Bewahan, Kepala BRI Cabang Mimika, Sukarno dan disaksikan secara saksama oleh pengurus dan anggota Yayasan Bina Usaha Mandiri (YBUM) PTFI.

Bahkan menandai layanan konsumen perdana, Elanus Deikme langsung mempromosikan pengisian bensin ke kendaraan dari POM Mini yang dimiliki.

Manager Community Economic Development PTFI, Yohanes Bewahan mengawali sambutan usai peresmian kemarin, mengatakan Bernail Mart merupakan salah satu dari 160 usaha binaan Freeport saat ini.

Keberhasilan yang ditunjukan pemilik usaha Belnail Mart, Elanus Deikme, juga berkat dukungan serta kerjasama PTFI, Pemda Mimika melalui Diskop dan Ekkraf, juga Bank BRI.

“Saya yakin dengan kemitraan memberdayakan masyarakat lokal merupakan kunci untuk terus berkolaborasi ke depannya melaksanakan program berbasis kerakyatan serta memandirikan masyarakat, tanpa harus bergantung dengan Freeport,” kata Yohanes.

Dari hasil evaluasi dengan indikator jujur, disiplin serta tangung jawab dalam menjalankan usaha, maka Elanus Deikme diharapkan serius menjalankan usaha secara terus menerus dan berdaya saing sebagai UMKM.

Pada kesempatan itu juga, Yohanes menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Diskop dan Ekkraf, Bank BRI yang sudah memberikan motivasi, bantuan modal usaha dari komitmen bersama PTFI serta YBUM dalam mengembangkan ekonomi masyarakat melalui UMKM yang berdaya saing.

“Saya harap usaha serta bantuan modal yang diberikan dapat di jalankan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menghidupi ekonomi keluarga, sekaligus  memotivasi warga lokal setempat untuk terus berusaha,” tandasnya.

Sementara itu, Kadiskop dan Ekkraf, Cherly Lumenta pada kesempatan peresmian usaha Belnail Mart, juga memberi bantuan modal  usaha kepada Elanus Deikme dan Magdarina Pulalo pengelola usaha Hoar Mart yang diresmikan 15 Agustus lalu.

“Atas nama Pemda Mimika,  kami mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi PTFI atas komitmen yang luar biasa bagi keadilan dan  percepatan pembangunan UMKM masyarakat lokal setempat,” ujarnya.

Lanjut Cherly, Pemda Mimika tentu tidak bisa bekerja sendiri, dengan kemitraan bersama PTFI, warga masyarakat diberdayakan secara saksama.

“Melalui kemitraan, pada tahun anggaran 2018, kami akan bahas bersama lagi terkait program pembinaan UKM khusus bagi masyarakat lokal dengan terobosan dan komitmen yang sama,” imbuhnya.

Guna memacu usaha serta akses layanan bank, pada kesempatan itu pula, Kepala BRI Cabang Timika, Sukarno memberikan mesin BRILink dan celengan kepada Elanus Deikme.

“Mesin BRILink untuk membantu masyarakat disekitar sini dalam bertransaksi tanpa harus ke kantor bank, sekaligus memotivasi usaha yang dijalankan Elanus Deikme,” papar Sukarno.

Sementara celengan memacu Elanus Deikme dalam komitmen terhadap usahanya, yaitu harus memasukan angsuran ke dalam celengan setiap hari.

“Nanti akhir bulan tim kami akan datang ambil celengan, dengan maksud memenage uang hasil usaha Elanus,” ujar Sukarno menambahkan strategi ini merupakan pola pembinaan untuk memajukan usaha warga lokal,” tukasnya.

PTFI Bina 160 Pengusaha Lokal

Selain itu, Manager Community Economic Development PTFI, Yohanes Bewahan menambahkan, dengan tambahan usaha binaan Belnail Mart milik Elanus, kini Divisi Economic Development PTFI telah membina 160 usaha, baik UMKM maupun usaha besar dari komitmen PTFI terhadap warga Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya, dan Papua secara umum.

“Saat ini kami bina 160 usaha aktif. Termasuk ada sekitar 600 usulan usaha antri menunggu untuk mengikuti program binaan,” jelasnya.

Banyaknya usaha aktif, termasuk usaha yang lagi menunggu, salah satu tolak ukur adalah Non Performing Loan (NPL) atau diistilahkan dengan kredit bermasalah.

“Kalau NPL tahun-tahun sebelumnya sangat tinggi, yaitu berkisar 20 persen. Tapi sekarang sudah turun jadi 6  persen. Ini karena pola pembinaan secara sinergis, dan juga pengusahanya menjalankan komitmen sesuai kesepakatan, contohnya setoran angsuran ke bank tepat waktu,” tambahnya.

Demikian pula katanya, dari 600 calon pengusaha yang masih menunggu, Yohanes pun mengakui bahwa kuota peluang usaha di PTFI saat ini terbatas.

Maka kami berharap ada kerjasama dengan stakeholder terkait lainya agar membantu usulan 600 usaha binaan.

Adapun untuk mendorong masyarakat lokal dalam usaha, perlu edukasi soal kebutuhan pribadi dan kepentingan bisnis,” tukasnya sembari membeberkan bahwa jenis usaha binaan Freeport meliputi UMKM, penanaman atau enviromental, konstruksi, serta jasa suplay barang dan jasa. (a26)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.