Insentif Lambat Cair, Ratusan Tenaga Kesehatan ‘Serbu’ Dinkes

 

TIMIKA,TimeX Setelah ratusan guru honor menggelar aksi menuntut pencairan dana insentif, aksi serupa juga dilakukan ratusan tenaga kesehatan di Kabupaten Mimika, Rabu (1/11).

Marthen Mallisa

Marthen: Dananya Sementara Dalam Proses Pencairan

TIMIKA,TimeX

Setelah ratusan guru honor menggelar aksi menuntut pencairan dana insentif, aksi serupa juga dilakukan ratusan tenaga kesehatan di Kabupaten Mimika, Rabu (1/11).

Seratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun honor tenaga kesehatan, Senin kemarin menyerbu Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika di Sentra Pemerintahan SP-3, menanyakan kejelasan terkait lambatnya pembayaran insentif.

Aspirasi PNS maupun honor tenaga kesehatan lantaran selama ini menerima insentif tepat waktu setuap tiga bulan sekali, hanya saja insentif yang seharusnya dibayarkan dan diterima pada Bulan September lalu hingga kini belum ada kejelasan.

“Kenapa bisa terlambat, ini yang kami kurang puas, sehingga kami datang untuk tanyakan, karena kami juga punya kebutuhan. Dinas jangan hanya tuntut kami bekerja, tapi hak kami harus diperhatikan,” ungkap salah satu tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya.

Sayangnya, keinginan mereka bertemua dengan Kepala Dinkes, Philipus Kehek tidak kesampaian.

Merasa kurang puas, seratusan tenaga kesehatan pun menyerbu ke Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk menanyakan realisasi pembayaran insentif.

“Kami kesini cuma mau pastikan apakah realisasi pembayaran insentif yang sedang dalam proses ini, apakah untuk honor saja atau hanya PNS yang terima.

Ini yang mau kami tanyakan langsung ke Kepala Keuangan sehingga jelas dan pasti sebagaimana pernyataan Sekretaris Dinkes, Reynol Ubra,” jelas tenaga kesehatan yang enggan namanya dikorankan.

Alhasil, setelah menunggu lama, dua perwakilan tenaga kesehatan disilahkan masuk dan bertemua langsung dengan Kepala BPKAD, Marthen Mallisa.

Setelah mendapat penjelasan dan dipahami baik, seratusan ASN dan honor tenaga kesehatan pun kembali secara tertib dan teratur.

Sementara itu, Kepala BPKAD, Marthen Mallisa secara terpisah kepada wartawan di kantornya, Rabu kemarin membenarkan bahwa kedatangan mereka hanya mau memastikan data usulan penerima insentif tenaga kesehatan yang telah diusulkan Dinkes.

“Saya sudah jelaskan ke mereka, tidak ada masalah semuanya sementara dalam proses. Ini hanya masalah keterlambatan administrasi dalam proses keuangan yang diajukan oleh Dinkes,” terangnya menambahkan, usulan penerima insentif tenaga kesehatan baru diterima pihaknya, Selasa (31/10).

Menurut Marthen, apapun yang diusulkan oleh SKPD paling lambat diproses tiga hari sejak usulan diterima. Kalau ada kekurangan administrasi tentu akan dikomunikasikan dengan SKPD terkait sehingga tidak ada kendala,” pungkasnya. (a26)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.