Pemilik Lahan Segel Puskesmas Pasar Sentral

TIMIKA, TimeX Akses pelayanan kesehatan bagi warga di Puskesmas Pasar Sentral, Kamis (2/11) lumpuh akibat dipalang oleh dua warga yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Pemilik lahan ,Ulis Kambu dan Barbalina Naw ketika berada di depan kantor Puskesmas Pasar sentral.

TIMIKA, TimeX

Akses pelayanan kesehatan bagi warga di Puskesmas Pasar Sentral, Kamis (2/11) lumpuh akibat dipalang oleh dua warga yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Kedua warga  pasangan suami istri (Pasutri), Ulis Kambu dan Barbalina Nauw menyegel pintu masuk Puskesmas lantaran uang ganti rugi lahan dibangunnya Puskesmas tersebut hingga kini belum dibayarkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika.

Selain memalang pintu masuk dengan menggunakan dua batang pohon yang ditebang di kawasan setempat, Ulis Kambu dan Barbalina Nauw juga menutup loket dengan bunga-bunga.

Ulis ketika diwawancarai Timika eXpress di Puskesmas tersebut, Kamis kemarin, katanya Pemda Mimika sebelumnya telah menjanjikan pembayaran ganti rugi lahan pada 2016, namun sampai dengan bangunan sudah selesai dan beroperasi belum ada realisasi pembayaran.

“Sampai saat ini kami belum dapat uang ganti rugi, baik lahan maupun tanaman, padahal katanya anggaran sudah siap waktu 2016 lalu. Nyatanya sampai dengan tahun 2017 ini belum dibayarkan,” ujarnya.

Lebih lanjut katanya, terkait adanya kesepakatan ganti rugi, ia telah berulang kali menanyakan ke Dinkes Mimika sebagai instansi pemilik aset, namun hanya sebatas koordinasi dan belum ada jawaban pasti, sejak Puskesmas mulai dibagun sampai berjalan pun belum pernah ketemu atau tatap muka dengan pihak Dinas Kesehatan.

“Kita ini sudah capeh naik turun Timika-Pemda hanya koordinasi soal uang ganti rugi tapi belum dibayarkan. Jadi kami akan terus menyegel puskesmas sampai ada kepastian dari Pemda Mimika bayar,” tegasnya.

Dari aksi pemalangan itu, pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat di Puskesmas tersebut ditutup sementara.

Sehingga pasien yang hendak berobat terpaksa dialihkan ke Puskesmas lain.

Kepala Puskesmas Pasar Sentral Pina Lambe mengatakan kejadian ini telah dilaporkan ke Kepala Dinas Kesehatan.

Ia pun melaporkan bahwa pelayanan kesehatan ditutup sementara.

“Untuk bayar ganti rugi  lahan itu bukan kewenangan kami, tapi Dinkes yang akan selesaikan,” tandasnya.

Sedangkan Anggota Komisi C DPRD Mimika, Yohannis Wantik, setelah mendapat informasi adanya pemalangan Puskesmas karena masalah ganti rugi lahan, ia berharap agar secepatnya Dinas Kesehatan Mimika menyikapi persoalan ini, agar akses layanan kesehatan masyarakat tidak terganggu.

“Karena ini fasilitas publik. maka harus disikapi sesegera mungkin,” tukasnya. (tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *