Aksi KKB Semakin Brutal

 

TIMIKA, TimeX Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) setelah menguasai perkampungan warga di Tembagapura, terus melakukan teror dan tindakan anarkis

Sisa puing kebakaran kios rumah di Tembagapura akibat ulah KKB.

Kios Warga Pendatang di Tembagapura Dibakar

TIMIKA, TimeX

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) setelah menguasai perkampungan warga di Tembagapura, terus melakukan teror dan tindakan anarkis.

Aksi KKB ini ditengarai semakin brutal, sebab tidak hanya teror penembakan yang menewaskan  anggota Brimob, melainkan teror psikis hingga tindakan anarkis, yakni pemerkosaan dan pembakaran kios milik warga sipil, pada Minggu (5/11).

Kios milik Anton L, yang berada tepat di samping septitank di Mapolsek Tembagapura itu dilaporkan dibakar pada pukul 02.00 WIT dinihari kemarin.

Meski cuaca waktu itu diliput kabut tebal, petugas jaga Polsek Tembagapura sempat melihat adanya pergerakan sekelompok orang tidak dikenal mendekati asrama Polsek setempat, lantas dilaporkan ke pasukan Brimob yang melakukan siaga.

Orang tidak dikenal itu menyeberang dari sungai terus menuju kios korban yang adalah seorang pendulang emas tradisional.

Tidak lama kemudian pasukan Brimob Polda Papua bersama anggota jaga Polsek Tembagapura mendengar lolongan anjing, sontak terlihat kobaran api dari dalam kios disusul bunyi tembakan dari lokasi kejadian.

Dengan jarak yang tidak terlalu jauh, anggota kepolisian setempat pun melepaskan tembakan ke udara sebagai tanda peringatan.

Tembakan peringatan aparat dibalas sehingga situasi  heroik kontak tembak pun terjadi beberapa saat.

Setelah kios yang juga dijadikan rumah tinggal yang dibangun semi permanen itu terbakar habis, tidak lagi terdengar tembakan dari KKB.

Aparat keamanan saat itu cukup kesulitan memastikan jumlah pelaku penembakan sebab kondisi cuaca di Kampung Utikini saat itu tertutup kabut tebal.

Namun, tidak bagi KKB, sebab mereka telah menguasai kawasan setempat, sehingga dengan mudah melarikan diri dan bersembunyi.

Anggota Brimob yang siagaa saat itu pun menghentikan tembakan.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan membenarkan aksi pembakaran kios oleh KKB. Dimana kois rumah kayu yang berada di pinggir sungai, itu merupakan area terlarang.

“Sebenarnya mereka tidak diijinkan untuk berada di tempat yang dilarang. Tetapi selama ini mereka bandel dan sekarang jadi sasaran KKB,”jelasnya.

Pasalnya, selama ini kepada pendulang, oleh pihaknya sudah mengimbau kepada  para pendulang agar tidak tinggal di bantaran sungai karena sangat  berbahaya dari musibah longsor. Tapi karena demi mencari makan, mereka nekat.

Warga Dievakuasi

Sementara itumenyikapi teror penembakan di wilayah Tembagapura oleh KKB, TNI-Polri dan Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika dan stakeholder terkait lainnya sedang menyiapkan rencana evakuasi warga di kawasan tersebut.

Untuk menjamin rasa aman dan nyaman terhadap rencana evakuasi warga masyarakat di Tembagapura, jajaran TNI-Polri bersama Pemda Mimika dan stakeholder lainnya melakukan pertemuan tertutup di Board Room, Rimba Papua Hotel (RPH), Sabtu (4/11).

Pertemuan dipimpin langusng Kapolres Mimika, AKBP Viktor Dean Mackbon, dihadiri Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Windarto, Asisten I Setda Mimika Demianus Katiop, dan beberapa pejabat lainnya termasuk sejumlah tokoh.

Kapolres Mackbon menyatakan, TNI-Polri bersama pemerintah terus melakukan pendekatan persuasif, sebab semua pihak menginginkan penyelesaian secara humanis tanpa kekerasan agar tidak pihak yang dirugikan.

“Harapan kami kelompok ini (KKB) tidak lakukan tindakan yang merugikan masyarakat. Dan kami sebagai Negara, bagaimana caranya membangun dan melakukan pendekatan yang humanis,”kata Kapolres Mimika saat ditemui di RPH, Sabtu lalu.

Kapolres pun memastikan sudah melakukan persiapan pasukan untuk mengevakuasi warga.

“Pertemuan kami tadi (Sabtu) bahas rencana evakuasi seribuan warga yang masih bertahan. Timnya pun sudah kami siapkan,” tandasnya.(aro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.