10 Bulan 22 Warga Mimika Meninggal Sia-sia

TIMIKA,TimeX Sesuai data Satuan Lalu Lintas Polres Mimika selama sepuluh bulan, Januari hingga Oktober 2017 tercatat 22 warga Mimika dari 114 kasus meninggal dunia sia-sia dalam kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).

DIRAWAT – Korban tabrakan, Muhamad Arfa Udu tengah dirawat di UGD BLUD Mimika ditemani keluarga

TIMIKA,TimeX

Sesuai data Satuan Lalu Lintas Polres Mimika selama sepuluh bulan, Januari hingga Oktober 2017 tercatat 22 warga Mimika dari 114 kasus meninggal dunia sia-sia dalam kecelakaan lalu lintas (Lakalantas). Selain itu terdapat 72 korban mengalami luka berat, 99 korban mengalami luka ringan. Kemudian ada 37 kasus tabrak lari dengan kerugian material mencapai Rp736.000.000.

“Pelanggaran yang paling sering terjadi adalah karena mengkonsumsi minuman keras, ugal-ugal, tidak memiliki surat-surat kendaraan dan yang paling utama adalah tidak memiliki helm,” demikian disampaikan Kasat Lantas Polres Mimika AKP Samuel D Tatiratu kepada Timika eXpress melalui rilisnya pada Jumat (3/11) lalu.

Wilayah hukum Polres Mimika kata Samuel merupakan kabupaten yang cukup tinggi angka laka lantasnya. Ini bisa dilihat setiap bulannya bervariasi angka kecekalaannya. Di Bulan Januari sebanyak 17 kasus laka lantas,  Februari sebanyak 16 kasus, Maret sebanyak 10 kasus, April sebanyak 11 kasus, Mei sebanyak 12 kasus, Juni sebanyak 10 kasus, Juli sebanyak 9 kasus, Agustus 7 kasus dan September sebanyak 15 kasus dan Oktober 7 kasus.

Sementara untuk penyelesaian kasusnya baru empat yang masuk P21, dan untuk penyelesaian perkara di luar sidang 54 kasus serta ada  69 laka lantas pada tahap Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Ia berharap kedepannya kasus laka lantas ini benar-benar mengalami penurunan seiring gencarnya aksi penertiban yang dilakukan bekerjasama pihak LLAJ Dishubkominfo.

Sebelumnya, Samuel menegaskan khusus untuk sepeda motor yang ditilang lebih kepada pengendara yang tidak menggunakan helm. Tindakan ini diambil mengingat angka kecelakaan yang terjadi di Kota Timika belakangan ini didominasi oleh roda dua yang pengendaranya lalai menggunakan helm baik oleh pengendara sendiri maupun penumpangnya.

Tilang ini lebih mengedepankan edukasi seperti memberikan teguran melalui penilangan dengan harapan pengendara-pengendara itu bisa sadar.

Sementara tilang terhadap kendaraan roda empat, enam dan seterusnya lanjut Samuel, kaitannya dengan angkutan umum yang selama ini beroperasi namun tidak pernah melakukan uji kir dan perpanjangan trayek. Penertiban terhadap uji kir pihaknya melihat kelayakan kendaraan tersebut berupa rem dan lain-lain.

“Andaikan mereka tidak pernah melakukan uji kir, atau usia kendaraan sudah tua dan tidak pernah melakukan uji kir, bahkan komponen lain seperti rem tidak pernah dicek lalu dikemudian hari terkena kecelakaan siapa yang mau disalahkan? Marilah kita kurangi kecelakaan lalu lintas yang ada di Kota Timika ini, dengan tertib berlalulintas dan penertibaan dari petugas seperti ini. Sehingga masyarakat Timika bisa pelang-pelan sadar tertib berlalulintas di lapangan,” ajaknya.

Sementara untuk kendaran roda enam berupa truk yang sering mengangkut meterial seperti sirtu atau kerikil pengemudi tidak menggunakan kelengkapan seperti tenda.

Penegakan aturan ini untuk pengemudi bisa jerah atau  sadar bahwa tanggung jawab mereka akan keselamatan lalu lintas di lapangan dan keselamatan semua orang di lapangan ada pada diri mereka juga. Apabila tidak menggunakan kelengkapan berupa tenda untuk menutup material yang sedang diangkutnya, bisa saja material tersebut tercecer atau jatuh di jalanan bisa mengakibatkan kecelakaan bagi kendaraan lain yang berada di belakang.

Ia menegaskan apabila kedepannya ditemukan sopir atau pengemudi atau pengendara yang sudah mengalami tilang lebih dari dua kali akan diberi efek jerah berupa sanksi dicabut surat ijin mengemudinya selama setahun.

Selama setahun orang tersebut tidak boleh membawa atau mengendarai kendaraan dan apabila ditemukan kendaraannya akan diamankan selama setahun pula. (a28/aro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.