Eltinus-Bassang Masih Pimpin Mimika 339 Hari

TIMIKA, TIMEX Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE. MH dan Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang, SE. MSi masih memimpin Kabupaten Mimika hingga tahun 2019 mendatang.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE. MH dan Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang, SE. MSi

TIMIKA, TIMEX

Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE. MH dan Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang, SE. MSi masih memimpin Kabupaten Mimika hingga tahun 2019 mendatang. Pasangan Bupati dan Wakil Mimika dengan jargon OMBAS ini masih menjadi orang nomor satu dan nomor dua di Tanah Amungsa Bumi Kamoro hingga 6 September 2019.

Jika dihitung berdasarkan tanggal pelantikan yakni 6 September 2014 sampai 6 September 2018 lalu, berarti Eltinus- Bassang telah memimpin Kabupaten Mimika selama 1.460 hari atau selama 4 (empat) tahun. Karena itu terhitung hari ini, Rabu 3 Oktober 2018, jabatan Eltinus Omaleng sebagai Bupati Mimika dan Yohanis Bassang selaku Wakil Bupati Mimika masih tersisa  339 hari.

Komisioner KPU Kabupaten Mimika, Reinhard Gobay saat dikonfirmasi Timika eXpress, Kamis (27/9) mengatakan, pihaknya telah menyerahkan SK penetapan Bupati dan Wakil Bupati Mimika terpilih pada Pilkada 2018 kepada DPRD Kabupaten Mimika.

“Tugas dan kewenangan kami sampai disitu, proses selanjutnya DPRD Mimika melakukan sidang paripurna lalu mengusulkan ke Medagri melalui Gubernur Papua terkait jadwal pelantikan,” ujarnya.

Namun, kata Reinhard, kemungkinan pelantikan kepala daerah terpilih mengacu pada regulasi yang mengatur tentang pemerintahan daerah yakni pelantikan dilakukan setelah masa periode sebelumnya berakhir.

Hal yang sama juga dikatakan Sekda Kabupaten Mimika, Ausilius You, S.Pd.MM.MH saat dikonfirmasi Timika eXpress terkait jadwal pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mimika terpilih pada Pilkada 2018.

“Sampai saat ini kami belum menerima pemberitahuan atau jadwal terkait pelantikan,” ujarnya.

Menurut You, diperkirakan proses pelantikan baru akan dilakukan menjelang masa berakhirnya kepala daerah sebelumnya.

“Ini sesuai amanat UU N0.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur tentang masa jabatan kepala daerah,” jelasnya.

Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah telah diatur secara ditail masa jabatan kepala daerah yang terdiri dari Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati dan Walikota-Wakil Walikota yang memiliki masa jabatan selama 5 tahun.

Pada Bagian Ketiga Paragraf (1) Pasal 60 UU No. 23 Tahun 2014 disebutkan masa jabatan kepala daerah sebagaimana dimaksud Pasal 59 ayat (1) adalah selama 5 (lima) tahun terhitung sejak pelantikan dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama untuk satu kali masa jabatan.

Selanjutnya pada  Pasal 61 ayat (1) dijelaskan, kepala daerah sebelum memangku jabatannya dilantik dengan mengucapkan sumpah/janji yang dipandu oleh pejabat yang melantik.

Data yang dihimpun Timika eXpress, hingga hari Selasa, 2 Oktober 2018 kemarin, baru dua pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pilkada serentak 2018 di Provinsi Papua yang dilantik.

Kedua pasangan tersebut adalah Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak – Yonas Kenelak dan Kabupaten Puncak, Willem Wandik-Pelinus Balinal.

Sekretaris Daerah Provinsi Papua, T.E.A. Hery Dosinaen, S.IP.,MKP mengatakan, dua pasangan bupati dan wakil bupati tersebut dilantik berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

“Iya, sudah ada SK Mendagri untuk pelantikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak – Yonas Kenelak dan Kabupaten Puncak, Willem Wandik-Pelinus Balinal sebagai pasangan Bupati terpilih,” kata Hery di Jayapura, Senin (24/9) lalu.

Sedangkan untuk Kabupaten Paniai dan Kabupaten Mimika, lanjut Hery,  belum dilakukan pelantikan karena baru selesai putusan MK sehingga masih menunggu penjadwalan ulang.

“Kabupaten Mimika dan Paniai belum karena MK baru putuskan sengketa dua kabupaten itu, sehingga gubernur akan memproses berkas usulan pelantikan ke Menteri Dalam Negeri melalui Pemerintah Provinsi Papua setelah ada usulan dari Pemda Mimika dan Pemda Paniai,” ujarnya.

Sekedar diketahui, gugatan sengketa hasil Pilkada Mimika tahun 2018 yang diajukan 5 Paslon Bupati Mimika ditolak Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dengan otomatis pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mimika Eltinus Omaleng-Johannes Retob (OMTOB) terpilih pimpin Kabupaten Mimika periode 2018-2023.

Hal yang sama juga dialami pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Paniai, Hengky Kayame – Yekeskiel Teneuyo yang mengajukan gugatan ke MK melawan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Paniai sebagai termohon dan Meky Nawipa-Oktovianus Gobay sebagai pihak terkait dinyatakan menang karena MK menolak gugatan pasangan Hengky Kayame – Yekeskiel Teneuyo.

Sedangkan secara keseluruhan untuk Pilgub, dari 17 provinsi yang ikut Pilkada Serentak 2018, sudah 10 pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih dilantik Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Ini berarti  masih tersisa 7 pasangan gubernur-wakil gubernur terpilih yang belum dilantik. Tak hanya itu, diperkirakan sekitar 39 walikota-wakil walikota dan 113 bupati dan wakil bupati terpilih dalam Pilkada serentak 2018 lalu belum dilantik hingga Selasa 2 Oktober 2018. Jika mengacu pada regulasi tentang pemerintahan daerah, berarti kepala daerah terpilih pada Pilkada Serentak 2018, baru akan dilantik setelah masa jabatan kepala daerah periode sebelumnya berakhir.(tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.